Barang ilegal asal Israel akan ditelusuri
Rabu, 15 Agustus 2012 - 15:20 WIB
Barang ilegal asal Israel akan ditelusuri
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah berjanji akan tetap menelusuri kasus beredarnya barang ilegal dari Israel. Walau bukan permasalahan besar, namun hal ini tetapi mesti diselesaikan.
"Saya kira walapun ini kecil, kita tetap telusuri lah," kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Dirinya menjelaskan, informasi terkait hal ini masih dirasa kurang jelas. Sehingga beberapa poin harus ditelusuri dan dipastikan. Misalnya, Bayu mengatakan perpindahan barang terjadi dari suatu negara ke negara lain yang kemudian baru sampai ke Indonesia.
"Jadi kemungkinan dari suatu tempat, dari titik A ke B. Dari C ke D, kemudian dari D masuk ke Indonesia misalnya. Jadi kita harus telusuri, jangan-jangan dia tidak melengkapi dokumen,lagi dipelajarin ini, lagi ditelusuri," jelasnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membenarkan jika adanya peredaran barang di dalam negeri dimana sementara tidak ada hubungan dagang yang terjadi adalah barang ilegal. Hal ini menurutnya akan merugikan berbagai pihak didalam negeri. Kalau itu adalah pangan maka petani yang akan menderita kerugian.
"Kita akan cek dari mana barang itu. Saya belum mau ngomong. Akan tetapi jangan sampai negara kita tempat masuknya barang-barang segala macam harus jaga kasihan petani kita harus kita lindungi dari barang impor," kata Hatta, di Jakarta.
Sekadar informasi, impor produk asal Israel yang masuk ke Indonesia, terutama buah-buahan, seperti Kurma dan jeruk Shantang dinilai ilegal dan tidak dibenarkan. Alasannya, hingga saat ini Indonesia tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk hubungan perdagangan.
"Karenanya atas masuknya buah-buahan dari Israel itu, tidak dapat dibenarkan. Karena PPP mengecam hal itu, atas tindakan segelintir orang, yang membantu dan memperlancar dalam upaya masuknya produk buah-buahan dari Israel tersebut," ujar Wasekjend DPP PPP, Husnan Bey Fananie melalui keterangan tertulisnya yang diterima sindonews, Senin 13 Agustus 2012.
Pihaknya meminta oknum aparatur pemerintah yang memperlancar impor buah dari Israel untuk segera menyadari kekeliruan tindakannya tersebut.
"Karena masyarakat jelas akan merasa dibohongi atas produk-produk yang beredar di pasar dalam negeri itu, di antaranya barang-barang dari Israel. Mengingat masyarakat dalam negeri hingga kini tidak pernah sekalipun mengakui keberadaan entitas Israel," katanya.
"Saya kira walapun ini kecil, kita tetap telusuri lah," kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Dirinya menjelaskan, informasi terkait hal ini masih dirasa kurang jelas. Sehingga beberapa poin harus ditelusuri dan dipastikan. Misalnya, Bayu mengatakan perpindahan barang terjadi dari suatu negara ke negara lain yang kemudian baru sampai ke Indonesia.
"Jadi kemungkinan dari suatu tempat, dari titik A ke B. Dari C ke D, kemudian dari D masuk ke Indonesia misalnya. Jadi kita harus telusuri, jangan-jangan dia tidak melengkapi dokumen,lagi dipelajarin ini, lagi ditelusuri," jelasnya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membenarkan jika adanya peredaran barang di dalam negeri dimana sementara tidak ada hubungan dagang yang terjadi adalah barang ilegal. Hal ini menurutnya akan merugikan berbagai pihak didalam negeri. Kalau itu adalah pangan maka petani yang akan menderita kerugian.
"Kita akan cek dari mana barang itu. Saya belum mau ngomong. Akan tetapi jangan sampai negara kita tempat masuknya barang-barang segala macam harus jaga kasihan petani kita harus kita lindungi dari barang impor," kata Hatta, di Jakarta.
Sekadar informasi, impor produk asal Israel yang masuk ke Indonesia, terutama buah-buahan, seperti Kurma dan jeruk Shantang dinilai ilegal dan tidak dibenarkan. Alasannya, hingga saat ini Indonesia tidak pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk hubungan perdagangan.
"Karenanya atas masuknya buah-buahan dari Israel itu, tidak dapat dibenarkan. Karena PPP mengecam hal itu, atas tindakan segelintir orang, yang membantu dan memperlancar dalam upaya masuknya produk buah-buahan dari Israel tersebut," ujar Wasekjend DPP PPP, Husnan Bey Fananie melalui keterangan tertulisnya yang diterima sindonews, Senin 13 Agustus 2012.
Pihaknya meminta oknum aparatur pemerintah yang memperlancar impor buah dari Israel untuk segera menyadari kekeliruan tindakannya tersebut.
"Karena masyarakat jelas akan merasa dibohongi atas produk-produk yang beredar di pasar dalam negeri itu, di antaranya barang-barang dari Israel. Mengingat masyarakat dalam negeri hingga kini tidak pernah sekalipun mengakui keberadaan entitas Israel," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :