Lebaran, kuota impor daging tak ditambah
Rabu, 15 Agustus 2012 - 16:27 WIB
Lebaran, kuota impor daging tak ditambah
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Lebaran, pemerintah menyatakan tidak ada penambahan kuota impor daging untuk pasar konsumsi karena stok daging saat ini dianggap berlebih.
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, setidaknya saat ini tercatat sebanyak 150.000 sapi hidup siap dipotong untuk memasok kebutuhan daging saat Lebaran.
"Saat ini sampai dengan Lebaran masih terdapat 150.000 stok sapi yang siap dipotong, jadi masih aman dan tidak perlu impor," kata Suswono di Hotel Park, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2012).
Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya hanya akan menambah pasokan daging untuk industri saja dan bukan daging segar.
"Pemerintah telah menyetujui menambah 7 ribu ton daging impor untuk kebutuhan industri dan bukan daging segar konsumsi masyarakat," lanjut Suswono.
Masyarakat pun diimbau tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan daging konsumsi. Pasalnya, jika masyarakat khawatir, dirinya berpendapat justru bukan tidak mungkin harga daging akan naik dan tidak terkendali akibat kekhawatiran tersebut.
"Ini masalah ekspektasi pasar, harga Rp80.000 per kilogram masih wajar dan tidak tinggi, masyarakat jangan khawatir, stok ada dan aman," tutupnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, setidaknya saat ini tercatat sebanyak 150.000 sapi hidup siap dipotong untuk memasok kebutuhan daging saat Lebaran.
"Saat ini sampai dengan Lebaran masih terdapat 150.000 stok sapi yang siap dipotong, jadi masih aman dan tidak perlu impor," kata Suswono di Hotel Park, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2012).
Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya hanya akan menambah pasokan daging untuk industri saja dan bukan daging segar.
"Pemerintah telah menyetujui menambah 7 ribu ton daging impor untuk kebutuhan industri dan bukan daging segar konsumsi masyarakat," lanjut Suswono.
Masyarakat pun diimbau tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan daging konsumsi. Pasalnya, jika masyarakat khawatir, dirinya berpendapat justru bukan tidak mungkin harga daging akan naik dan tidak terkendali akibat kekhawatiran tersebut.
"Ini masalah ekspektasi pasar, harga Rp80.000 per kilogram masih wajar dan tidak tinggi, masyarakat jangan khawatir, stok ada dan aman," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :