Kemasan makanan tak penuhi standar ditemukan
Kamis, 16 Agustus 2012 - 19:36 WIB
Kemasan makanan tak penuhi standar ditemukan
A
A
A
Sindonews.com – Polres Ciamis dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), menemukan kemasan makanan yang tidak memenuhi standar. Kemasan yang tidak memenuhi standar perlindungan konsumen tersebut ditemukan saat inspeksi mendadak (sidak).
Petugas menemukan sebuah kemasan makanan berupa mie yang dijajakan di salah satu supermarket ternyata tidak dilengkapi petunjuk teknis penyajian berbahasa Indonesia. Kemasan Mie tersebut merupakan barang dagangan impor dari Korea, yang tidak dilengkapi Bahasa Indonesia.
“Karena melanggar perlindungan konsumen dan aturan membuat kemasan, maka sampel kemasan tersebut kami amankan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ciamis Marsono di sela sidak, Kamis (16/8/2012).
Marsono menjelaskan, sidak yang digelar ini untuk melakukan pengawasan stok barang jelang Lebaran serta mengawasi lonjakan kenaikan harga di sejumlah pasar dan supermarket menjelang Lebaran.
“Namun, saat kami melakukan sidak ternyata menemukan masih ada pelanggaran kemasan,” terang Marsono.
Untuk jenis pelanggaran lain, lanjut Marsono, tidak ditemukan temuan seperti saat sidak sebelumnya. Sidak awal Ramadan lalu, petugas menemukan makanan berformalin dan cacing pita pada hati sapi. “Sekarang tidak ditemukan makanan berbahaya kecuali kemasan saja,” tandas Marsono.
Petugas Pelaksana Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ciamis Otong menjelaskan untuk pantauan stok sembako menjelang Lebaran di kawasan Ciamis secara umum tidak menemukan kendala.
“Stok beras, daging, minyak dan bahan pokok lain tidak ada yang terjadi kelangkaan. Semuanya aman bahkan mencukupi hingga sebulan setelah Lebaran,” terang Otong.
Otong menambahkan, untuk stok sayuran di wilayah Ciamis sekali pun mengalami kenaikan harga, hingga saat ini masih mencukupi. Pasalnya, untuk Ciamis masih ada daerah yang sedang panen sayuran sekalipun pada musim kemarau.
“Dari kawasan Sukamantri Ciamis pasokan sayuran masih mengalir lancar. Begitu juga pasokan sayuran dari kawasan Garut,” pungkas Otong.
Otong mengatakan, untuk lonjakan harga di sejumlah pasar dan supermarket umumnya terjadi antara 15 persen hingga 20 persen. Misalnya harga beras masih stabil di angka Rp8.000 per kilogram, daging sapi berkisar antara Rp85 ribu, dan harga ayam tertinggi Rp35 ribu.
“Untuk ayam kampung juga naik saat ini menembus Rp52 ribu,” pungkas Otong.
Dari pantauan di lapangan, sidak pertama kali dilakukan di kawasan Pasar Manis Ciamis, setelah itu dilanjutkan ke Toserba Yogya, Indomaret, Giant dan Toko Hejo. Selain melakukan pemeriksaan stok barang dan harga, petugas juga memeriksa kemasan parsel di sejumlah toko penyedia jasa parsel.
Petugas menemukan sebuah kemasan makanan berupa mie yang dijajakan di salah satu supermarket ternyata tidak dilengkapi petunjuk teknis penyajian berbahasa Indonesia. Kemasan Mie tersebut merupakan barang dagangan impor dari Korea, yang tidak dilengkapi Bahasa Indonesia.
“Karena melanggar perlindungan konsumen dan aturan membuat kemasan, maka sampel kemasan tersebut kami amankan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ciamis Marsono di sela sidak, Kamis (16/8/2012).
Marsono menjelaskan, sidak yang digelar ini untuk melakukan pengawasan stok barang jelang Lebaran serta mengawasi lonjakan kenaikan harga di sejumlah pasar dan supermarket menjelang Lebaran.
“Namun, saat kami melakukan sidak ternyata menemukan masih ada pelanggaran kemasan,” terang Marsono.
Untuk jenis pelanggaran lain, lanjut Marsono, tidak ditemukan temuan seperti saat sidak sebelumnya. Sidak awal Ramadan lalu, petugas menemukan makanan berformalin dan cacing pita pada hati sapi. “Sekarang tidak ditemukan makanan berbahaya kecuali kemasan saja,” tandas Marsono.
Petugas Pelaksana Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ciamis Otong menjelaskan untuk pantauan stok sembako menjelang Lebaran di kawasan Ciamis secara umum tidak menemukan kendala.
“Stok beras, daging, minyak dan bahan pokok lain tidak ada yang terjadi kelangkaan. Semuanya aman bahkan mencukupi hingga sebulan setelah Lebaran,” terang Otong.
Otong menambahkan, untuk stok sayuran di wilayah Ciamis sekali pun mengalami kenaikan harga, hingga saat ini masih mencukupi. Pasalnya, untuk Ciamis masih ada daerah yang sedang panen sayuran sekalipun pada musim kemarau.
“Dari kawasan Sukamantri Ciamis pasokan sayuran masih mengalir lancar. Begitu juga pasokan sayuran dari kawasan Garut,” pungkas Otong.
Otong mengatakan, untuk lonjakan harga di sejumlah pasar dan supermarket umumnya terjadi antara 15 persen hingga 20 persen. Misalnya harga beras masih stabil di angka Rp8.000 per kilogram, daging sapi berkisar antara Rp85 ribu, dan harga ayam tertinggi Rp35 ribu.
“Untuk ayam kampung juga naik saat ini menembus Rp52 ribu,” pungkas Otong.
Dari pantauan di lapangan, sidak pertama kali dilakukan di kawasan Pasar Manis Ciamis, setelah itu dilanjutkan ke Toserba Yogya, Indomaret, Giant dan Toko Hejo. Selain melakukan pemeriksaan stok barang dan harga, petugas juga memeriksa kemasan parsel di sejumlah toko penyedia jasa parsel.
(gpr)
Lihat Juga :