AS kian dekat dengan resesi

Kamis, 23 Agustus 2012 - 11:02 WIB
AS kian dekat dengan...
AS kian dekat dengan resesi
A A A
Sindonews.com – Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) memperingatkan adanya peningkatan kemungkinan Amerika Serikat (AS) kembali masuk dalam resesi pada tahun depan.

Peringatan dari lembaga pemeringkat internasional itu berdasarkan pada adanya dampak dari krisis utang zona euro serta pengetatan anggaran pemerintah AS akhir tahun ini.

S&P meningkatkan kemungkinan AS jatuh dalam resesi menjadi 25 persen, naik dari kemungkinan 20 persen yang diperkirakan pada Februari lalu, karena AS masih berjuang untuk pulih dari kemerosotan ekonomi yang parah pada 2008- 2009. S&P menyatakan kegiatan ekonomi AS telah menurun tajam sejak awal tahun ini.

“Pada saat yang sama,penularan dari krisis utang zona euro telah menambah ketidakpastian yang lebih besar terhadap prospek ekonomi negara tersebut,” ungkap S&P dalam laporan mengenai kondisi kredit Amerika Utara di tengah ketidakpastian global, yang dilansir AFPkemarin.

Seperti diketahui, pada kuartal II/2012 ekonomi AS hanya tumbuh 1,5 persen, di mana terjadi penurunan tajam dari akhir tahun lalu yang disebabkan tingkat pengangguran tetap berada di atas 8 persen. Lembaga tersebut menggarisbawahi kekhawatiran mengenai dampak dari resesi di 17 negara anggota zona euro yang ekonominya terkontraksi sebesar 0,2 persen pada kuartal II.

S&P juga memprediksi adanya kontraksi sebesar 0,6 persen tahun ini. Meski begitu, S&P menyatakan bahwa perekonomian AS tetap akan tumbuh secara moderat dengan adanya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 2,1 persen tahun ini.

Namun,lembaga ini masih meyakini perekonomian AS dan Eropa kemungkinan tidak akan meningkat secara substansial pada tahun depan. Pengamat ekonomi Unika Atma Jaya, A Prasetyantoko, menilai kemungkinan berlanjutnya resesi di AS hingga tahun depan tetap akan berpengaruh bagi perekonomian Indonesia.

Pengaruh tersebut condong pada financial markets yang ditandai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. ”Artinya akan ada guncangan keuangan global, sehingga pasar keuangan domestik kita juga berpengaruh negatif. Saya kira rupiah akan melemah signifikan,” kata dia saat dihubungi tadi malam.

Dia mengatakan, resesi AS berdampak pada capital outflow sehingga rupiah melemah pada level yang cukup signifikan. Prasetyantoko memperkirakan ekonomi Indonesia akan sedikit terganggu, tetapi perbankan masih aman. Selain itu, dari sisi perdagangan juga sedikit berdampak meski tidak berpengaruh besar. Namun secara umum, proyeksi pertumbuhan ekonomi juga bisa berubah jika krisis tetap berlanjut.

Di sisi lain, pemerintah Jepang menyatakan defisit perdagangan negara tersebut lebih buruk dari yang diperkirakan. Hal itu disebabkan merosotnya pasar ekspor Jepang di Eropa dan Asia yang menggambarkan betapa parahnya kondisi ekonomi dunia saat ini. Analis Global Markets Research Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Takahiro Sekido mengatakan, data tersebut menunjukkan tren terbaru di mana kelemahan yang terjadi di China dan Eropa telah memberikan tekanan besar terhadap perdagangan Jepang,bahkan saat ini lebih serius.

“Angka-angka terbaru tersebut juga menunjukkan bahwa bukan hanya menjadi risiko,melainkan kenyataan,” ujarnya dikutip AFP.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
27 menit yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
1 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
1 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
1 jam yang lalu
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved