Penjualan garmen diprediksi naik 30%
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:09 WIB
Penjualan garmen diprediksi naik 30%
A
A
A
Sindonews.com – Penjualan pakaian jadi (garmen) menjelang Lebaran diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 20–30 persen dibandingkan momen yang sama pada tahun lalu.
Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita mengatakan, tingkat kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan.Namun, ada perbedaannya, tahun lalu konsumen mulai ramai berbelanja garmen pada awal bulan Puasa sedangkan tahun ini konsumen baru ramai pada H-10 Lebaran atau ketika tunjangan hari raya (THR) keluar.
“Secara nasional, penjualan garmen naik. Tapi, setiap perusahaan berbeda naiknya, ada yang sedikit dan juga banyak.Belum lagi karena ada pengaruh pakaian jadi selundupan yang banyak beredar di pasar-pasar,”kata Suryadi ketika dihubungi SINDO kemarin.
Menurutnya, jenis pakaian yang paling banyak dibeli oleh konsumen menjelang Lebaran adalah untuk anak-anak. Penjualan baju anak-anak diperkirakan naik 30 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu.
“Penjualan garmen pada Lebaran biasanya naik hingga 10 kali lipat dibandingkan bulan biasa.Misalnya, di Februari penjualan 1 juta unit garmen, nah di Lebaran bisa 10 kali lipat dari itu,”jelasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur produsen baju anak merek Cubitus, Budi Salim, mengatakan bahwa penjualan Cubitus pada Lebaran tahun ini naik 3–4 persen dibandingkan tahun lalu. Penjualan Lebaran berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total penjualan. Sedangkan, untuk momen Natal dan Tahun Baru hanya 10–15 persen. Setelah Lebaran penjualan akan kembali menurun. Bahkan, bisa di atas 50 persen.
Ketua Harian Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) Suryadi Sasmita mengatakan, tingkat kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan.Namun, ada perbedaannya, tahun lalu konsumen mulai ramai berbelanja garmen pada awal bulan Puasa sedangkan tahun ini konsumen baru ramai pada H-10 Lebaran atau ketika tunjangan hari raya (THR) keluar.
“Secara nasional, penjualan garmen naik. Tapi, setiap perusahaan berbeda naiknya, ada yang sedikit dan juga banyak.Belum lagi karena ada pengaruh pakaian jadi selundupan yang banyak beredar di pasar-pasar,”kata Suryadi ketika dihubungi SINDO kemarin.
Menurutnya, jenis pakaian yang paling banyak dibeli oleh konsumen menjelang Lebaran adalah untuk anak-anak. Penjualan baju anak-anak diperkirakan naik 30 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu.
“Penjualan garmen pada Lebaran biasanya naik hingga 10 kali lipat dibandingkan bulan biasa.Misalnya, di Februari penjualan 1 juta unit garmen, nah di Lebaran bisa 10 kali lipat dari itu,”jelasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur produsen baju anak merek Cubitus, Budi Salim, mengatakan bahwa penjualan Cubitus pada Lebaran tahun ini naik 3–4 persen dibandingkan tahun lalu. Penjualan Lebaran berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total penjualan. Sedangkan, untuk momen Natal dan Tahun Baru hanya 10–15 persen. Setelah Lebaran penjualan akan kembali menurun. Bahkan, bisa di atas 50 persen.
(and)
Lihat Juga :