2013, OJK diharapkan tak bebani APBN
Senin, 27 Agustus 2012 - 13:14 WIB
2013, OJK diharapkan tak bebani APBN
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai lembaga keuangan yang mandiri, lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengupayakan agar ketergantungan biaya operasional dari APBN, secara bertahap dapat segera dikurangi.
Demikian diungkapkan ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Muliaman D Hadad usai menggelar acara halal bihalal DK-OJK dengan seluruh kalangan lembaga keuangan Perbankan maupun Non-Bank di kantor kementrian keuangan, Jakarta, Senin (27/2012).
Saat ini, OJK sendiri masih mengandalkan dana APBN sebagai pembiayaan opersional lembaga tersebut. Namun, untuk kedepannya, OJK akan memperoleh iuran dari selurh anggota OJK yang terdiri dari lembaga keuangan Bank maupun Non-Bank sebagai dana operasional.
Hanya saja, belum dibicarakan berapa besarannya dan kapan mulai dicanangkan. "Iuran kita bicarakan secara bertahap ya. Karena kita juga berharap ketergantungan dari APBN bertahap dikurangi secepat mungkin," terang Muliaman.
Ketergantungan OJK terhadap APBN, lanjut Muliaman, diperkirakan akan bertahan hingga tahun anggaran 2013 saja. "Mungkin 2013 masih ada dari Kemenkeu, tapi saya harap tidak ada target dari industri yang kita pertimbangkan," sambung Muliaman.
Kendati demikian, sambung Muliaman, kemandirian OJK secara keuangan tersebut tidak akan diterapkan secara serta merta pada 2013, melainkan secara bertahap. "Belum, masih bertahap. Bergantung dengan APBN bertahap nanti akan berkurang," tukasnya.
Demikian diungkapkan ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Muliaman D Hadad usai menggelar acara halal bihalal DK-OJK dengan seluruh kalangan lembaga keuangan Perbankan maupun Non-Bank di kantor kementrian keuangan, Jakarta, Senin (27/2012).
Saat ini, OJK sendiri masih mengandalkan dana APBN sebagai pembiayaan opersional lembaga tersebut. Namun, untuk kedepannya, OJK akan memperoleh iuran dari selurh anggota OJK yang terdiri dari lembaga keuangan Bank maupun Non-Bank sebagai dana operasional.
Hanya saja, belum dibicarakan berapa besarannya dan kapan mulai dicanangkan. "Iuran kita bicarakan secara bertahap ya. Karena kita juga berharap ketergantungan dari APBN bertahap dikurangi secepat mungkin," terang Muliaman.
Ketergantungan OJK terhadap APBN, lanjut Muliaman, diperkirakan akan bertahan hingga tahun anggaran 2013 saja. "Mungkin 2013 masih ada dari Kemenkeu, tapi saya harap tidak ada target dari industri yang kita pertimbangkan," sambung Muliaman.
Kendati demikian, sambung Muliaman, kemandirian OJK secara keuangan tersebut tidak akan diterapkan secara serta merta pada 2013, melainkan secara bertahap. "Belum, masih bertahap. Bergantung dengan APBN bertahap nanti akan berkurang," tukasnya.
(gpr)