Butuh 2.000 SDM, OJK baru miliki 130 pegawai
Senin, 27 Agustus 2012 - 17:25 WIB
Butuh 2.000 SDM, OJK baru miliki 130 pegawai
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membutuhkan 2.000-2.500 pegawai jika sudah berjalan sepenuhnya. Namun, hingga saat ini, OJK baru memiliki 130 pegawai selama proses transisi.
"Di Bapepam-LK ada 70 orang. BI baru berikan 30 orang, dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hampir 30 orang, ini belum penempatan transisinya," ujar Dewan Komosioner OJK Firdaus Djaelani, usai halal bihalal DK OJK, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Dia mengatakan, saat ini OJK tengah mempersiapkan struktur organisasi. Jika Standar Operasional Prosedur (SOP) telah jadi, maka pegawai yang kurang akan direkrut dari luar. "Untuk kekurangannya akan diambil dari Industri dan perguruan tinggi," ujar Firdaus.
"Sedangkan tim persiapan, kalau sekarang namanya tim transisi, akan mempersiapkan perpindahan dari kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) membantu persiapan menjalankan organisasi," tambah dia.
Firdaus menjelaskan, kebutuhan pegawai OJK sebesar 2.000-2.500 belum pasti. "Sekarang kita belum tahu. Nantinya Kemenkeu lebih dulu kasih berapa, pegawai di mana, akan ada tim seleksi," jelasnya.
Dia mengatakan, saat ini assesment tengah dilakukan oleh Kemenkeu terhadap pegawai Bapepam-LK yang memungkinkan pindah ke OJK. Menurutnya, perpindahan tidak dapat dilakukan begitu saja, agar didapatkan pegawai yang terbaik.
Selain itu, dia mengatakan BI juga melakukan assesment. "Baru nantinya akan dikasih berapa banyak pegawai dari Kemenkeu dan BI," tukasnya.
"Di Bapepam-LK ada 70 orang. BI baru berikan 30 orang, dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hampir 30 orang, ini belum penempatan transisinya," ujar Dewan Komosioner OJK Firdaus Djaelani, usai halal bihalal DK OJK, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Dia mengatakan, saat ini OJK tengah mempersiapkan struktur organisasi. Jika Standar Operasional Prosedur (SOP) telah jadi, maka pegawai yang kurang akan direkrut dari luar. "Untuk kekurangannya akan diambil dari Industri dan perguruan tinggi," ujar Firdaus.
"Sedangkan tim persiapan, kalau sekarang namanya tim transisi, akan mempersiapkan perpindahan dari kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) membantu persiapan menjalankan organisasi," tambah dia.
Firdaus menjelaskan, kebutuhan pegawai OJK sebesar 2.000-2.500 belum pasti. "Sekarang kita belum tahu. Nantinya Kemenkeu lebih dulu kasih berapa, pegawai di mana, akan ada tim seleksi," jelasnya.
Dia mengatakan, saat ini assesment tengah dilakukan oleh Kemenkeu terhadap pegawai Bapepam-LK yang memungkinkan pindah ke OJK. Menurutnya, perpindahan tidak dapat dilakukan begitu saja, agar didapatkan pegawai yang terbaik.
Selain itu, dia mengatakan BI juga melakukan assesment. "Baru nantinya akan dikasih berapa banyak pegawai dari Kemenkeu dan BI," tukasnya.
(gpr)