MITI proyeksikan penjualan naik 15%
Rabu, 29 Agustus 2012 - 16:52 WIB
MITI proyeksikan penjualan naik 15%
A
A
A
Sindonews.com - Dunia pertambangan agaknya semakin bergairah, dimana saat ini harga hasil tambang jenis granit tengah berada di kondisi yang baik, nilai jualnya berada pada kisaran 15 dolar Singapura per ton. Karenanya, MITI memproyeksikan mampu menaikkan penjualannya 10-15 persen.
Kabar baik tersebut dihembuskan Direktur PT Mitra Investindo (MITI) Tbk, Diah Pertiwi Gandhisaat ditemui wartawan usai menggelar RUPS PT MITI di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Menurut Diah, saat ini permintaan pasar terhadap granit menunjukkan kondisi yang cukup baik, dimana harga jual rata-rata bisa mencapai 15 dolar Singapur per tonnya.
Dengan kondisi pasar yang demikian bergairah, Diah sendiri memproyeksikan MITI mampu menaikkan penjualannya 10-15 persen pertahun. "Proyeksi penjualan tahun ini naik 10-15 persen. Sementara, tahun lalu Rp139 miliar. Kalau produksi banyak lebih efisien dan profit lebih tinggi," ungkapnya.
Sebelumnya, Diah mengungkapkan perseroannya tengah berupaya meningkatkan jumlah produksi hingga 25 persen pada tahun ini.
Diakui Diah, upaya peningkatan produksi tersebut adalah sebagai salah satu upaya perluasan usaha. "Perluasan kita lebih pada produksi dulu, peningkatan mesin itu, jadi kurang lebih kita naikkan produksi sekitar 20-25 persen untuk tahun ini," ujarnya.
Kabar baik tersebut dihembuskan Direktur PT Mitra Investindo (MITI) Tbk, Diah Pertiwi Gandhisaat ditemui wartawan usai menggelar RUPS PT MITI di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Menurut Diah, saat ini permintaan pasar terhadap granit menunjukkan kondisi yang cukup baik, dimana harga jual rata-rata bisa mencapai 15 dolar Singapur per tonnya.
Dengan kondisi pasar yang demikian bergairah, Diah sendiri memproyeksikan MITI mampu menaikkan penjualannya 10-15 persen pertahun. "Proyeksi penjualan tahun ini naik 10-15 persen. Sementara, tahun lalu Rp139 miliar. Kalau produksi banyak lebih efisien dan profit lebih tinggi," ungkapnya.
Sebelumnya, Diah mengungkapkan perseroannya tengah berupaya meningkatkan jumlah produksi hingga 25 persen pada tahun ini.
Diakui Diah, upaya peningkatan produksi tersebut adalah sebagai salah satu upaya perluasan usaha. "Perluasan kita lebih pada produksi dulu, peningkatan mesin itu, jadi kurang lebih kita naikkan produksi sekitar 20-25 persen untuk tahun ini," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :