Distribusi naik, nilai aset PGN capai USD3,412 M
Rabu, 29 Agustus 2012 - 18:46 WIB
Distribusi naik, nilai aset PGN capai USD3,412 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) Tbk merilis pencapaian nilai aset perusahaan hingga USD3,412 miliar per Juni 2012.
"Aset perseroan pada Juni 2012 sebesar USD3,412 miliar, sedangkan liabilitas USD1.541 dan Ekuitas USD1,871," ujar Corporate Secretary PGN, Hery Yusup, dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Rabu (29/8/2012).
Dirinya menambahkan, hal tersebut juga dibarengi peningkatan volume penjualan gas bumi yang dikelola anak perusahaan PGN. "Pada periode enam bulan tahun ini, usaha distribusi PGN menyalurkan gas sebesar 800 MMSCF per hari, meningkat dari 782 MMSCF per hari pada periode yang sama tahun 2011. Sementara volume transmisi sebesar 885 MMSCF per hari yang sebagian besar pengelolaannya dilakukan oleh PT Transportasi Gas Indonesia, anak perusahaan PGN (joint venture dengan TransAsia)," ujarnya lagi.
Pasokan yang disalurkan selama enam bulan tahun 2012 tersebut, kata Hery, mengalami kenaikan seiring mulai mengalirnya pasokan gas dari lapangan Terang Sirasun Batur yang dioperasikan oleh Kangean Energi Indonesia, Ltd mulai akhir Mei 2012 dan tercapainya kesepakatan antara PGN dan pemasok gas dalam usaha meningkatkan produktifitas lapangan sehingga dapat mengalirkan volume yang optimal bagi PGN.
Pada bisnis transmisi, volume penyaluran gas melalui pipa transmisi mengalami peningkatan sebesar 5 persen menjadi 885 MMSCF per hari sejak disalurkannya gas hasil pertukaran (swap) pasokan gas antara Pertamina dan ConocoPhillips untuk PLN.
Gas dari lapangan Grissik milik Conoco Phillips menggantikan gas dari lapangan Jambi Merang milik Pertamina telah dialirkan ke pembangkit listrik PLN Muara Tawar sejak akhir tahun 2011 melalui pipa transmisi SSWJ milik PGN.
Mengenai penyesuaian harga jual gas PGN, sesuai dengan surat Menteri ESDM, akan diberlakukan penyesuaian harga jual secara bertahap mulai 1 September 2012 sebesar 35 persen dan 1 April 2013 sebesar 15 persen untuk pelanggan di Jawa Barat.
Sementara itu, perusahaan terafiliasi PGN, PT Nusantara Regas telah menyelesaikan pembangunan LNG FSRU dan fasilitas pendukung di Jawa Barat. "Sejak akhir Mei sampai Juni 2012, tahapan commissioning dan performance test telah berlangsung dan dilanjutkan dengan pengaliran gas hasil regasifikasi ke pembangkit listrik PLN di Muara Karang," tutupnya.
"Aset perseroan pada Juni 2012 sebesar USD3,412 miliar, sedangkan liabilitas USD1.541 dan Ekuitas USD1,871," ujar Corporate Secretary PGN, Hery Yusup, dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Rabu (29/8/2012).
Dirinya menambahkan, hal tersebut juga dibarengi peningkatan volume penjualan gas bumi yang dikelola anak perusahaan PGN. "Pada periode enam bulan tahun ini, usaha distribusi PGN menyalurkan gas sebesar 800 MMSCF per hari, meningkat dari 782 MMSCF per hari pada periode yang sama tahun 2011. Sementara volume transmisi sebesar 885 MMSCF per hari yang sebagian besar pengelolaannya dilakukan oleh PT Transportasi Gas Indonesia, anak perusahaan PGN (joint venture dengan TransAsia)," ujarnya lagi.
Pasokan yang disalurkan selama enam bulan tahun 2012 tersebut, kata Hery, mengalami kenaikan seiring mulai mengalirnya pasokan gas dari lapangan Terang Sirasun Batur yang dioperasikan oleh Kangean Energi Indonesia, Ltd mulai akhir Mei 2012 dan tercapainya kesepakatan antara PGN dan pemasok gas dalam usaha meningkatkan produktifitas lapangan sehingga dapat mengalirkan volume yang optimal bagi PGN.
Pada bisnis transmisi, volume penyaluran gas melalui pipa transmisi mengalami peningkatan sebesar 5 persen menjadi 885 MMSCF per hari sejak disalurkannya gas hasil pertukaran (swap) pasokan gas antara Pertamina dan ConocoPhillips untuk PLN.
Gas dari lapangan Grissik milik Conoco Phillips menggantikan gas dari lapangan Jambi Merang milik Pertamina telah dialirkan ke pembangkit listrik PLN Muara Tawar sejak akhir tahun 2011 melalui pipa transmisi SSWJ milik PGN.
Mengenai penyesuaian harga jual gas PGN, sesuai dengan surat Menteri ESDM, akan diberlakukan penyesuaian harga jual secara bertahap mulai 1 September 2012 sebesar 35 persen dan 1 April 2013 sebesar 15 persen untuk pelanggan di Jawa Barat.
Sementara itu, perusahaan terafiliasi PGN, PT Nusantara Regas telah menyelesaikan pembangunan LNG FSRU dan fasilitas pendukung di Jawa Barat. "Sejak akhir Mei sampai Juni 2012, tahapan commissioning dan performance test telah berlangsung dan dilanjutkan dengan pengaliran gas hasil regasifikasi ke pembangkit listrik PLN di Muara Karang," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :