Wilayah Katalan minta bailout dari Spanyol

Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:11 WIB
Wilayah Katalan minta...
Wilayah Katalan minta bailout dari Spanyol
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Regional Katalan meminta dana talangan (bailout) dari Pemerintah Pusat Spanyol senilai 5 miliar euro (USD6,3 miliar) atau setara Rp59,8 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk menutupi utang yang mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) wilayah tersebut. Katalan–yang perekonomiannya menyumbang seperlima dari total PDB Spanyol–kini sedang dihadapkan dengan masalah utang yang jumlahnya 42 miliar euro. Jika disetujui, bailout tersebut akan menyerap 28 persen dari dana yang disiapkan Spanyol untuk membantu pemerintah regional yakni sebesar 18 miliar euro.

Permintaan bailout dari Pemerintah Katalan disampaikan sesaat setelah Pemerintah Spanyol mengonfirmasi bahwa perekonomian di negara itu mengalami kontraksi sebesar 0,4 persen pada kuartal II/2012.“Data ekonomi pada periode April–Juni melanjutkan hasil negatif kuartal sebelumnya yang juga terkontraksi 0,3 persen,” ujar Biro Statistik Nasional Spanyol (INE), dikutip BBC kemarin. Berdasarkan data yang dihimpun AFP, penurunan ekonomi Spanyol merupakan yang ketiga kalinya secara kuartalan.

Ekonomi Negeri Matador mengalami minus kali pertama pada kuartal IV/2011 setelah kuartal sebelumnya pertumbuhannya nol persen. Seperti diketahui, Juni lalu Spanyol mengajukan permohonan dana talangan sebesar 100 miliar euro (USD122 miliar) dari Uni Eropa. Namun, dana tersebut awalnya hanya dialokasikan untuk membantu perbankan yang nyaris kolaps akibat krisis utang zona euro yang berdampak pada seretnya likuiditas.

Perbankan Spanyol mengalami kerugian besar akibat kredit properti yang macet sejak hampir satu dekade terakhir. Perekonomian Spanyol sebenarnya sudah berupaya mengurangi beban utang pemerintah regional yang saat ini mencapai 200 miliar euro.

Bulan lalu negara beribu kota Madrid itu mengumumkan pemangkasan belanja dan meningkatkan pajak dengan target mendapatkan pemasukan sebesar 65 miliar euro dalam beberapa tahun ke depan. Sementara,dari Berlin dilaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel akan mengunjungi China untuk kedua kalinya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Eropa Tak Punya Alternatif...
Eropa Tak Punya Alternatif untuk Gantikan Energi Rusia
Jerman Kesal, Perusahaan...
Jerman Kesal, Perusahaan Energi Minta Bantuan Padahal Untung Besar
Kekuatan Industri Eropa...
Kekuatan Industri Eropa Digerogoti Krisis Energi, Ancaman Eksodus Menghantui
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Ledakan Guncang Pipa...
Ledakan Guncang Pipa Gas Utama Rusia, Harga Energi di Eropa Kian Menggila
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
9 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
10 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
10 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
11 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
11 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved