BEI: Penurunan saham BUMI wajar
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 13:07 WIB
BEI: Penurunan saham BUMI wajar
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito memandang, kondisi saham PT Bumi Resources (BUMI) terjun bebas ke Rp760 atau sebesar 14,6 persen pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB sore kemarin, masih wajar.
"Dalam artian, proses turunnya wajar. Jadi tidak yang tiba-tiba anjlok tanpa sebab," terang Ito saat ditemui Sindonews, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Lebih lanjut, Ito berpendapat penurunan tersebut memang terjadi di hampir semua perusahaan sebagai imbas dari penurunan perekonomian dunia. "Memang ada beberapa faktor di sini, dimana bursa saham regional dan global sehingga memang sedang turun jadi bukan hanya saham BUMI saja yang turun," sambungnya.
Namun demikian, kata Ito, BUMI memang baru mengumumkan pihaknya tengah mengalami kerugian, sehingga dampak penurunan yang dialami BUMI lebih besar dari lainnya.
"Memang, beberapa waktu lalu BUMI memang mengummkan ada kerugian ya, jadi penurunan yang dialaminya lebih dalam. Tapi, overall, penurunannya masih wajar," simpulnya.
Sebelumnya, Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan informasi yang menyatakan bahwa BUMI di ambang kebangkrutan hanya rumor, karena pencatatan kerugian yang dilakukan hanyalah potensi kerugian dan secara finansial tidak mengganggu keuangan perusahaan.
”Everything alright. Kabar potensi kebangkrutan tersebut hanyalah rumor semata yang tidak berdasar,” ujar Direktur BUMI, Dileep Srivastava, saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Kamis (30/8/2012) malam.
Dileep optimistis perseroan bisa mencapai kinerja sesuai target. ”Produksi BUMI on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014. Pembayaran utang juga tidak ada yang default,” paparnya.
"Dalam artian, proses turunnya wajar. Jadi tidak yang tiba-tiba anjlok tanpa sebab," terang Ito saat ditemui Sindonews, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Lebih lanjut, Ito berpendapat penurunan tersebut memang terjadi di hampir semua perusahaan sebagai imbas dari penurunan perekonomian dunia. "Memang ada beberapa faktor di sini, dimana bursa saham regional dan global sehingga memang sedang turun jadi bukan hanya saham BUMI saja yang turun," sambungnya.
Namun demikian, kata Ito, BUMI memang baru mengumumkan pihaknya tengah mengalami kerugian, sehingga dampak penurunan yang dialami BUMI lebih besar dari lainnya.
"Memang, beberapa waktu lalu BUMI memang mengummkan ada kerugian ya, jadi penurunan yang dialaminya lebih dalam. Tapi, overall, penurunannya masih wajar," simpulnya.
Sebelumnya, Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan informasi yang menyatakan bahwa BUMI di ambang kebangkrutan hanya rumor, karena pencatatan kerugian yang dilakukan hanyalah potensi kerugian dan secara finansial tidak mengganggu keuangan perusahaan.
”Everything alright. Kabar potensi kebangkrutan tersebut hanyalah rumor semata yang tidak berdasar,” ujar Direktur BUMI, Dileep Srivastava, saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Kamis (30/8/2012) malam.
Dileep optimistis perseroan bisa mencapai kinerja sesuai target. ”Produksi BUMI on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014. Pembayaran utang juga tidak ada yang default,” paparnya.
(gpr)
Lihat Juga :