Turun wajar, saham BUMI tidak di-suspend
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 13:15 WIB
Turun wajar, saham BUMI tidak di-suspend
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan pihaknya saat ini belum berencana melakukan suspend (penghentian sementara) terhadap aktivitas perdagangan saham PT Bumi Resources (BUMI) meski saham BUMI terjun bebas ke Rp760 atau sebesar 14,6 persen. Karena penurunan tersebut masih dinilai wajar.
"Tidak ya, tidak melakukan suspend. Suspend itu kan dilakukan untuk yang kenaikan atau penurunannya tidak wajar," terang Ito saat ditemui Sindonews, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Alasannya, kata Ito, penurunan nilai saham BUMI dinilai pihaknya masih dalam kondisi yang wajar. "Dalam artian, proses turunnya wajar. Jadi tidak yang tiba-tiba anjlok tanpa sebab," ungkapnya.
Lagi pula, sambung Ito, pihaknya telah menerapkan mekanisme autoreject (penolakan otomatis) apabila harga saham BUMI turun drastis secara tidak wajar.
"Dari proses harga saham BUMI turun normal saja. Kita ada mekanisme autoreject kalau ada penurunan drastis dan berlangsung dalam reguler," sambungnya.
Diketahui, pengaruh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terhadap indeks saham sudah tidak sesignifikan 2008 lalu. Tapi, sekarang, BUMI menjadi sentimen nagatif yang membuat saham-saham lain ikut melemah.
"BUMI secara kapitalisasi relatif tidak pengaruh dalam menekan IHSG seperti halnya di 2008, hanya sentimen negatifnya saja yang menyebar ke saham-saham lain," jelas pengamat pasar modal David Cornelis, Jumat (31/8/2012).
Pada penutupan perdagangan kemarin, 30 Agustus, harga saham BUMI turun ke Rp630. Sementara, pada 8 Agustus lalu, saham BUMI masih berada di harga Rp1.140 per saham. Tapi semakin melemah tiap hari. Pada 15 Agustus, saham ini sudah berada di bawah Rp1.000, yakni Rp960.
Sejak keluarnya isu 'bangkrut' ini, harga saham BUMI terus melorot. Pada Senin 27 Agustus, harga saham BUMI ini ditutup melemah Rp50 ke Rp890. Lalu pada Selasa 28 Agustus kembali melemah Rp130 ke Rp760. Serta pada Rabu 29 Agustus, saham ini turun lagi Rp90 ke Rp670.
"Tidak ya, tidak melakukan suspend. Suspend itu kan dilakukan untuk yang kenaikan atau penurunannya tidak wajar," terang Ito saat ditemui Sindonews, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Alasannya, kata Ito, penurunan nilai saham BUMI dinilai pihaknya masih dalam kondisi yang wajar. "Dalam artian, proses turunnya wajar. Jadi tidak yang tiba-tiba anjlok tanpa sebab," ungkapnya.
Lagi pula, sambung Ito, pihaknya telah menerapkan mekanisme autoreject (penolakan otomatis) apabila harga saham BUMI turun drastis secara tidak wajar.
"Dari proses harga saham BUMI turun normal saja. Kita ada mekanisme autoreject kalau ada penurunan drastis dan berlangsung dalam reguler," sambungnya.
Diketahui, pengaruh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terhadap indeks saham sudah tidak sesignifikan 2008 lalu. Tapi, sekarang, BUMI menjadi sentimen nagatif yang membuat saham-saham lain ikut melemah.
"BUMI secara kapitalisasi relatif tidak pengaruh dalam menekan IHSG seperti halnya di 2008, hanya sentimen negatifnya saja yang menyebar ke saham-saham lain," jelas pengamat pasar modal David Cornelis, Jumat (31/8/2012).
Pada penutupan perdagangan kemarin, 30 Agustus, harga saham BUMI turun ke Rp630. Sementara, pada 8 Agustus lalu, saham BUMI masih berada di harga Rp1.140 per saham. Tapi semakin melemah tiap hari. Pada 15 Agustus, saham ini sudah berada di bawah Rp1.000, yakni Rp960.
Sejak keluarnya isu 'bangkrut' ini, harga saham BUMI terus melorot. Pada Senin 27 Agustus, harga saham BUMI ini ditutup melemah Rp50 ke Rp890. Lalu pada Selasa 28 Agustus kembali melemah Rp130 ke Rp760. Serta pada Rabu 29 Agustus, saham ini turun lagi Rp90 ke Rp670.
(gpr)
Lihat Juga :