Penukaran uang baru picu inflow Yogya rendah
Minggu, 02 September 2012 - 15:00 WIB
Penukaran uang baru picu inflow Yogya rendah
A
A
A
Sindonews.com - Arus uang di Yogyakarta, selama lebaran lebih banyak didominasi aliran uang keluar (outflow) yang nilainya mencapai Rp2,5 triliun. Ini terjadi lantaran banyak perbankan yang melakukan penukaran uang cetakan baru. Sedangkan untuk inflow mencapai Rp309,2 miliar di atas perkiraan Bank Indonesia.
Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta, mencatat untuk penukaran uang baru mencapai Rp2,5 Triliun. Jumlah ini diatas proyeksi Bank Indonesia yang hanya Rp2,2 triliun. Outflow ini mengalami kenaikan 19 persen dibanding tahun lalu yang hanya bisa merealisasikan Rp2,1 triliun.
“Siklus seperti ini normal, karena banyak bank yang menarik uang mereka pada lebaran,” jelas Kepala Bidang Kas Kantor Perwakilan BI Yogyakarta Suyatno, di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Menurutnya, untuk arus inflow diatas proyeksi yang ada. Saat itu prediksi hanya Rp300 milliar dan mampu terealisasi hingga Rp309,2 miliar. Kondisi ini akan terus meningkat seiring pasca lebaran dan kembali ke masa normal. Biasanya masyarakat akan kembali menyimpan uang mereka di bank. “Pasca lebaran akan banyak bank umum yang menyetor kembali uang mereka di BI,” jelasnya.
Suyatno menambahkan, trend seperti ini sudah menjadi trend rutin tahunan. Sejumlah perbankan akan menyimpan kelebihan stok uang kas, ke BI. Hal ini akan terus terjadi sampai dengan kondisi benar-benar normal. “Kami perkirakan pada pertengahan kondisi perbankan baru kembali normal,” ucapnya.
Sementara itu Humas Bank Indonesia Yogyakarta, Fadhil Nugroho mengatakan lonjakan penarikan ini dimanfaatkan oleh BI untuk menyeleksi kembali uang-uang yang dianggap layak edar. Diantaranya untuk menyeleksi uang yang rusak dan uang palsu.
“Sebenarnya kami sudah rutin melakukan clean money policy, memeriksa uang rusak dan uang palsu yang beredar,” tuturnya. (mai)
Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta, mencatat untuk penukaran uang baru mencapai Rp2,5 Triliun. Jumlah ini diatas proyeksi Bank Indonesia yang hanya Rp2,2 triliun. Outflow ini mengalami kenaikan 19 persen dibanding tahun lalu yang hanya bisa merealisasikan Rp2,1 triliun.
“Siklus seperti ini normal, karena banyak bank yang menarik uang mereka pada lebaran,” jelas Kepala Bidang Kas Kantor Perwakilan BI Yogyakarta Suyatno, di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Menurutnya, untuk arus inflow diatas proyeksi yang ada. Saat itu prediksi hanya Rp300 milliar dan mampu terealisasi hingga Rp309,2 miliar. Kondisi ini akan terus meningkat seiring pasca lebaran dan kembali ke masa normal. Biasanya masyarakat akan kembali menyimpan uang mereka di bank. “Pasca lebaran akan banyak bank umum yang menyetor kembali uang mereka di BI,” jelasnya.
Suyatno menambahkan, trend seperti ini sudah menjadi trend rutin tahunan. Sejumlah perbankan akan menyimpan kelebihan stok uang kas, ke BI. Hal ini akan terus terjadi sampai dengan kondisi benar-benar normal. “Kami perkirakan pada pertengahan kondisi perbankan baru kembali normal,” ucapnya.
Sementara itu Humas Bank Indonesia Yogyakarta, Fadhil Nugroho mengatakan lonjakan penarikan ini dimanfaatkan oleh BI untuk menyeleksi kembali uang-uang yang dianggap layak edar. Diantaranya untuk menyeleksi uang yang rusak dan uang palsu.
“Sebenarnya kami sudah rutin melakukan clean money policy, memeriksa uang rusak dan uang palsu yang beredar,” tuturnya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :