Kunjungan wisman di Jabar Turun 24,5%
Selasa, 04 September 2012 - 07:30 WIB
Kunjungan wisman di Jabar Turun 24,5%
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bandung pada bulan Juli 2012 turun sekitar 24,5 persen. Penurunan wisman disebabkan berakhirnya musim libur dan momen Ramadan.
Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Anggoro Dwitjahyono mengatakan, jumlah wisman yang berkunjung ke Bandung melalui pintu masuk Bandar Husein Sastranegara Bandung dan Pelabuhan Muarajati Cirebon turun cukup drastic. Pada Juni, jumlah wisman mencapai 15.533 orang dan turun menjadi 11.736 orang pada Juli lalu. “Penurunan ini dikarenakan masuknya musim Ramadan,” kata Anggoro di Bandung, kemarin.
Diakui dia, penurunan volume kunjungan wisman, tidak hanya terjadi di Bandara Husein Sastranegara. Tapi juga wisman yang melalui pintu masuk Pelabuhan Muarajati Cirebon.
Pada Juli 2012, wisman yang masuk melalui Husein tercata sebanyak 11.642 orang. Sementara pada bulan Juni 2012, wisman masuk tercatat 15.417 orang. Sedangkan wisman yang masuk melalui Pelabuhan Muarajati turun sekitar 19 persen dari 116 wisman pada Juni dan menjadi 94 wisman pada bulan Juli. “Jumlah wisman dari Singapura dan Malaysia yang selama ini jumlahnya cukup banyak juga mengalami penurunan,” kata Anggoro.
Wisman Singapura misalnya, pada Juni lalu mencapai 3.688 orang, turun menjadi 1.485 pada bulan Juli lalu. Begitupun wisman asal Malaysia, turun dari 10.852 orang menjadi 8.957 orang pada bulan Juli.
Namun demikian, wisman dari beberapa negara lainnya justru mengalami kenaikan. Seperti, wisman dari Philipina dari 13 orang pada bulan Juni menjadi 42 orang pada bulan Juli. Thailand naik dari 52 orang menjadi 60 orang, Jepang dari 50 orang menjadi 82 orang, Korea Selatan dari 43 orang menjadi 44 orang. Begitupun dengan negara lainnya seperti China, India, Australia, Amerika Serikat, dan lainnya.
Turunnya tingkat kunjungan wisman ke Jabar juga berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke sejumlah hotel di Bandung. Tingkat hunian hotel pada Juli lalu turun 5,83 persen dari bulan Juni. “Penurunan tingkat hunian hotel hampir terjadi di semua kelas. Dari hotel melati sampai hotel berbintang,” jelas dia.
Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Anggoro Dwitjahyono mengatakan, jumlah wisman yang berkunjung ke Bandung melalui pintu masuk Bandar Husein Sastranegara Bandung dan Pelabuhan Muarajati Cirebon turun cukup drastic. Pada Juni, jumlah wisman mencapai 15.533 orang dan turun menjadi 11.736 orang pada Juli lalu. “Penurunan ini dikarenakan masuknya musim Ramadan,” kata Anggoro di Bandung, kemarin.
Diakui dia, penurunan volume kunjungan wisman, tidak hanya terjadi di Bandara Husein Sastranegara. Tapi juga wisman yang melalui pintu masuk Pelabuhan Muarajati Cirebon.
Pada Juli 2012, wisman yang masuk melalui Husein tercata sebanyak 11.642 orang. Sementara pada bulan Juni 2012, wisman masuk tercatat 15.417 orang. Sedangkan wisman yang masuk melalui Pelabuhan Muarajati turun sekitar 19 persen dari 116 wisman pada Juni dan menjadi 94 wisman pada bulan Juli. “Jumlah wisman dari Singapura dan Malaysia yang selama ini jumlahnya cukup banyak juga mengalami penurunan,” kata Anggoro.
Wisman Singapura misalnya, pada Juni lalu mencapai 3.688 orang, turun menjadi 1.485 pada bulan Juli lalu. Begitupun wisman asal Malaysia, turun dari 10.852 orang menjadi 8.957 orang pada bulan Juli.
Namun demikian, wisman dari beberapa negara lainnya justru mengalami kenaikan. Seperti, wisman dari Philipina dari 13 orang pada bulan Juni menjadi 42 orang pada bulan Juli. Thailand naik dari 52 orang menjadi 60 orang, Jepang dari 50 orang menjadi 82 orang, Korea Selatan dari 43 orang menjadi 44 orang. Begitupun dengan negara lainnya seperti China, India, Australia, Amerika Serikat, dan lainnya.
Turunnya tingkat kunjungan wisman ke Jabar juga berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke sejumlah hotel di Bandung. Tingkat hunian hotel pada Juli lalu turun 5,83 persen dari bulan Juni. “Penurunan tingkat hunian hotel hampir terjadi di semua kelas. Dari hotel melati sampai hotel berbintang,” jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :