Tax holiday Unilever segera keluar
Selasa, 04 September 2012 - 11:32 WIB
Tax holiday Unilever segera keluar
A
A
A
Sindonews.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), emiten barang konsumsi, dipastikan akan mendapat fasilitas tax holiday dari pemerintah dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dalam waktu dekat, insnteif tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk Keputusan Menteri Keuangan.
"Unilever kan minta tax holiday dan kita sudah kasih tinggal dikeluarkan, keputusan Menteri Keuangan-nya," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Bambang belum mau menyebutkan kapan itu akan dikeluarkan. Karena masih butuh persetujuan dari beberapa pihak. "Yah -ya nanti dikeluarkan pada waktunya. Sudah dibahas, kan tidak hanya butuh persetujuan satu orang tapi beberapa," ucapnya.
Sedangkan untuk penentuan lokasi, menurutnya akan diserahkan ke pihak unilever sendiri. "Tapi kita memberi tax holiday terserah dia mau lokasinya di mana, karena yang kita lihat tax holiday kan sektornya bukan lokasinya," jelasnya.
Perusahaan besar tersebut, melalui PT Unilever Oleochemical Indonesia, siap membangun pabrik pengolahan minyak sawit (palm oil fractionation plant). Tidak main-main, perusahaan tersebut telah menyiapkan dana 110 juta EURO. Dengan kurs 1 EURO sekitar Rp11.600, maka dana yang disiapkan setara dengan sekitar Rp1,276 triliun.
Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso menjelaskan, Unilever memang berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia.
"Salah satu rencana investasi dari Unilever NV yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan dengan pihak pemerintah Indonesia adalah pembangunan palm oil fractionation plant, melalui PT Unilever Oleochemical Indonesia, dengan nilai investasi sekitar 110 juta EURO," terang Sancoyo beberapa waktu lalu.
"Unilever kan minta tax holiday dan kita sudah kasih tinggal dikeluarkan, keputusan Menteri Keuangan-nya," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Bambang belum mau menyebutkan kapan itu akan dikeluarkan. Karena masih butuh persetujuan dari beberapa pihak. "Yah -ya nanti dikeluarkan pada waktunya. Sudah dibahas, kan tidak hanya butuh persetujuan satu orang tapi beberapa," ucapnya.
Sedangkan untuk penentuan lokasi, menurutnya akan diserahkan ke pihak unilever sendiri. "Tapi kita memberi tax holiday terserah dia mau lokasinya di mana, karena yang kita lihat tax holiday kan sektornya bukan lokasinya," jelasnya.
Perusahaan besar tersebut, melalui PT Unilever Oleochemical Indonesia, siap membangun pabrik pengolahan minyak sawit (palm oil fractionation plant). Tidak main-main, perusahaan tersebut telah menyiapkan dana 110 juta EURO. Dengan kurs 1 EURO sekitar Rp11.600, maka dana yang disiapkan setara dengan sekitar Rp1,276 triliun.
Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso menjelaskan, Unilever memang berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia.
"Salah satu rencana investasi dari Unilever NV yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan dengan pihak pemerintah Indonesia adalah pembangunan palm oil fractionation plant, melalui PT Unilever Oleochemical Indonesia, dengan nilai investasi sekitar 110 juta EURO," terang Sancoyo beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :