Harga kedelai diprediksi tembus Rp8.700/Kg
Rabu, 05 September 2012 - 05:00 WIB
Harga kedelai diprediksi tembus Rp8.700/Kg
A
A
A
Sindonews.com - Harga kedelai hingga saat ini terus merangkak naik. Hingga kemarin, harganya kedelai di pasaran mencapai Rp8.000 per kilogram (kg). Bahkan diprediksi masih akan naik lagi hingga menembus Rp8.700 per kg.
Sekretaris Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jateng Rifa'i mengatakan, kenaikkan harga kedelai sulit dikendalikan. Sebab, kebutuhan kedelai dalam negeri masih tinggi dan ada permainan kotor penjualan kedelai yang diduga kuat dilakukan importir kedelai.
"Hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga kedelai akan turun. Saat ini naik lagi menjadi Rp8.000 per kg. Dan diprediksi oleh bank investasi Amerika akan naik lagi hingga Rp8.700 per kg. Jika harga kedelai mencapai Rp8.700 per kg, perajin tempe tahu akan gulung tingkar," katanya kepada SINDO di Salatiga, Selasa (4/9/2012).
Menurut dia, kenaikkan harga kedelai yang sudah tidak terkendali ini harus segera ditangani agar para perajin tempe tahu tidak bangkrut. Pemerintah harus segera membuat kebijakan untuk menekan kenaikkan harga kedelai.
"Karena itu, kami minta pemerintah segera melakukan impor kedelai agar harga kedelai di pasaran dalam negeri dapat ditekan dan bisa stabil. Jika impor kedelai masih dilakukan oleh pihak swasta, harga kedelai tidak akan stabil," ujarnya.
Dia menilai kenaikkan harga kedelai tak lepas dari permainan kotor para distributor dan importir. Atas dasar itu, Puskopti meminta pemerintah segera menindak distributor maupun importir kedelai yang bermain dibalik gejolak harga bahan baku tempe dan tahu ini.
"Kami melihat ada indikasi permainan distributor atau importir dibalik kenaikkan harga kedelai. Pemerintah harus menyelidiki penyebab kenaikkan harga kedelai. Jika diketahui ada importir atau distributor yang bermain, pemerintah harus memberikan sanksi menimal mencabut izin mereka," katanya.
Ketua Puskopti Jateng Sutrisno Supriantoro menyatakan, kenaikkan harga kedelai sudah tidak terjangkau oleh perajin tempe dan tahu. Imbasnya ribuan perajin tahu tempe di Jateng yang bangkrut dan saat ini nasibnya tidak jelas karena sudah tidak mampu memutar roda usahanya.
Menurut dia, jumlah anggota Puskopti Jateng yang sudah gulung tikar hingga saat ini mencapai 40% dari jumlah total 9.675 orang. Mereka rata-rata adalah perajin tempe skala kecil atau produksi di bawah 30 kilogram per hari.
Disinggung mengenai langkah yang akan dilakukan untuk menekan harga kedelai, Sutrisno menyatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut dalam rapat kerja nasional (rekernas) Gabungan Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Gabkotindo) yang rencananya akan digelar di Jateng pada awal Oktober nanti. Disamping itu, Puskopti Jateng akan mendesak pemerintah agar segera merealisasikan rencana impor kedelai yang akan dilakukan oleh Bulog.
"Dalam rakernas Gabkotindo nanti yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan dan UMKM, kami akan merumuskan sejumlah program dan langkah untuk menekan harga serta memenuhi kebutuhan kedelai skala nasional. Dalam kesempatan tersebut, kami juga akan meminta pemerintah segera merealisasikan rencana impor kedelai yang akan dilakukan oleh Bulog. Kami siap menjadi tuan rumah menjadi fasilitator untuk melobi pemerintah untuk merealisasikan impor kedelai," katanya.
Dia menyatakan, jika pemerintah juga melakukan impor kedelai, maka stok kedelai di dalam negeri akan bertambah dan harganya bisa ditekan. "Jika stok kedelai, banyak tentunya harganya akan turun," tandasnya.
Sekretaris Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jateng Rifa'i mengatakan, kenaikkan harga kedelai sulit dikendalikan. Sebab, kebutuhan kedelai dalam negeri masih tinggi dan ada permainan kotor penjualan kedelai yang diduga kuat dilakukan importir kedelai.
"Hingga saat ini belum ada tanda-tanda harga kedelai akan turun. Saat ini naik lagi menjadi Rp8.000 per kg. Dan diprediksi oleh bank investasi Amerika akan naik lagi hingga Rp8.700 per kg. Jika harga kedelai mencapai Rp8.700 per kg, perajin tempe tahu akan gulung tingkar," katanya kepada SINDO di Salatiga, Selasa (4/9/2012).
Menurut dia, kenaikkan harga kedelai yang sudah tidak terkendali ini harus segera ditangani agar para perajin tempe tahu tidak bangkrut. Pemerintah harus segera membuat kebijakan untuk menekan kenaikkan harga kedelai.
"Karena itu, kami minta pemerintah segera melakukan impor kedelai agar harga kedelai di pasaran dalam negeri dapat ditekan dan bisa stabil. Jika impor kedelai masih dilakukan oleh pihak swasta, harga kedelai tidak akan stabil," ujarnya.
Dia menilai kenaikkan harga kedelai tak lepas dari permainan kotor para distributor dan importir. Atas dasar itu, Puskopti meminta pemerintah segera menindak distributor maupun importir kedelai yang bermain dibalik gejolak harga bahan baku tempe dan tahu ini.
"Kami melihat ada indikasi permainan distributor atau importir dibalik kenaikkan harga kedelai. Pemerintah harus menyelidiki penyebab kenaikkan harga kedelai. Jika diketahui ada importir atau distributor yang bermain, pemerintah harus memberikan sanksi menimal mencabut izin mereka," katanya.
Ketua Puskopti Jateng Sutrisno Supriantoro menyatakan, kenaikkan harga kedelai sudah tidak terjangkau oleh perajin tempe dan tahu. Imbasnya ribuan perajin tahu tempe di Jateng yang bangkrut dan saat ini nasibnya tidak jelas karena sudah tidak mampu memutar roda usahanya.
Menurut dia, jumlah anggota Puskopti Jateng yang sudah gulung tikar hingga saat ini mencapai 40% dari jumlah total 9.675 orang. Mereka rata-rata adalah perajin tempe skala kecil atau produksi di bawah 30 kilogram per hari.
Disinggung mengenai langkah yang akan dilakukan untuk menekan harga kedelai, Sutrisno menyatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut dalam rapat kerja nasional (rekernas) Gabungan Koperasi Tempe Tahu Indonesia (Gabkotindo) yang rencananya akan digelar di Jateng pada awal Oktober nanti. Disamping itu, Puskopti Jateng akan mendesak pemerintah agar segera merealisasikan rencana impor kedelai yang akan dilakukan oleh Bulog.
"Dalam rakernas Gabkotindo nanti yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan dan UMKM, kami akan merumuskan sejumlah program dan langkah untuk menekan harga serta memenuhi kebutuhan kedelai skala nasional. Dalam kesempatan tersebut, kami juga akan meminta pemerintah segera merealisasikan rencana impor kedelai yang akan dilakukan oleh Bulog. Kami siap menjadi tuan rumah menjadi fasilitator untuk melobi pemerintah untuk merealisasikan impor kedelai," katanya.
Dia menyatakan, jika pemerintah juga melakukan impor kedelai, maka stok kedelai di dalam negeri akan bertambah dan harganya bisa ditekan. "Jika stok kedelai, banyak tentunya harganya akan turun," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :