Prancis-Italia Desak ECB kurangi biaya pinjaman
Kamis, 06 September 2012 - 11:12 WIB
Prancis-Italia Desak ECB kurangi biaya pinjaman
A
A
A
Sindonews.com - Prancis dan Italia mendesak Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk menyetujui langkah-langkah dalam upaya mengurangi biaya pinjaman yang dianggap telah melemahkan perekonomian negara zona euro bagian selatan.
Desakan tersebut disampaikan karena ECB belum juga menjelaskan detil dari strategi penyelesaian krisis utang. ECB justru lebih sibuk menjaga tekanan politik guna menjaga defisit dan utang negara-negara yang sedang di bawah peng-awasan.
Perdana Menteri (PM) Italia Mario Monti dan Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, lembaga-lembaga Eropa harus bertindak untuk menurunkan imbal hasil obligasi dari negara-negara zona euro yang bermasalah.
“Saya mengharapkan adanya langkah-langkah untuk menghapus hambatan serius yang tidak memiliki pembenaran ekonomi mendasar untuk Italia dan negara-negara lain yang saat ini tengah melakukan reformasi ekonomi dan mengurangi defisitnya,”ujar Monti dalam pernyataan resmi setelah melakukan pembicaraan di Roma seperti dikutip Reuters, Selasa (4/9) waktu setempat.
Sementara, Hollande mengungkapkan, tingginya imbal hasilobligasiyangdihadapinegaranegara seperti Spanyol dan Italia memerlukan peran lembagalembaga Uni Eropa termasuk ECB untuk menurunkannya.
Menanggapi hal itu, Gubernur ECB Mario Draghi berjanji melakukan apa pun guna menyelamatkan zona euro, salah satunya dengan rencana pembelian obligasi Italia dan Spanyol.
Namun, timbul kekhawatiran dari investor mengenai negosiasi internal ECB atas rencana tersebut, pasalnya Bank Sentral Jerman (Bundesbank) menentang rencana tersebut.
Analis mengutarakan, saat ini ECB tengah dipaksa untuk mengambil peran yang lebih besar dalam memerangi krisis utang, sementara pemerintah menegosiasikan tentang rintangan hukum dan politik untuk mengoordinasikan respons jangka panjang di saat Bundesbank ingin membatasi ruang lingkup ECB.
Desakan tersebut disampaikan karena ECB belum juga menjelaskan detil dari strategi penyelesaian krisis utang. ECB justru lebih sibuk menjaga tekanan politik guna menjaga defisit dan utang negara-negara yang sedang di bawah peng-awasan.
Perdana Menteri (PM) Italia Mario Monti dan Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, lembaga-lembaga Eropa harus bertindak untuk menurunkan imbal hasil obligasi dari negara-negara zona euro yang bermasalah.
“Saya mengharapkan adanya langkah-langkah untuk menghapus hambatan serius yang tidak memiliki pembenaran ekonomi mendasar untuk Italia dan negara-negara lain yang saat ini tengah melakukan reformasi ekonomi dan mengurangi defisitnya,”ujar Monti dalam pernyataan resmi setelah melakukan pembicaraan di Roma seperti dikutip Reuters, Selasa (4/9) waktu setempat.
Sementara, Hollande mengungkapkan, tingginya imbal hasilobligasiyangdihadapinegaranegara seperti Spanyol dan Italia memerlukan peran lembagalembaga Uni Eropa termasuk ECB untuk menurunkannya.
Menanggapi hal itu, Gubernur ECB Mario Draghi berjanji melakukan apa pun guna menyelamatkan zona euro, salah satunya dengan rencana pembelian obligasi Italia dan Spanyol.
Namun, timbul kekhawatiran dari investor mengenai negosiasi internal ECB atas rencana tersebut, pasalnya Bank Sentral Jerman (Bundesbank) menentang rencana tersebut.
Analis mengutarakan, saat ini ECB tengah dipaksa untuk mengambil peran yang lebih besar dalam memerangi krisis utang, sementara pemerintah menegosiasikan tentang rintangan hukum dan politik untuk mengoordinasikan respons jangka panjang di saat Bundesbank ingin membatasi ruang lingkup ECB.
(gpr)
Lihat Juga :