Kuartal II, DPK BRI capai Rp371,1 T
Kamis, 06 September 2012 - 11:57 WIB
Kuartal II, DPK BRI capai Rp371,1 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyebut dana pihak ketiga (DPK) yang bisa dikumpulkan perseroan mencapai Rp371,1 triliun sampai kuartal kedua lalu.
Dana itu terdiri atas giro sebesar Rp74,5 triliun, tabungan Rp155,7 triliun, dan deposito Rp140,9 miliar.
"DPK kita mengalami kenaikan signifikan bila dibandingkan dengan triwulan II-2011 lalu di mana giro sebesar Rp45,3 triliun, tabungan Rp123,8 triliun, dan deposito Rp125,5 triliun. Artinya, DPK tumbuh 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam siaran pers, Kamis (6/9/2012).
Ali menuturkan, kenaikan itu mempengaruhi komposisi dana murah BRI yang mencapai 62 persen atau sekira Rp311,1 triliun.
"Tabungan tumbuh sebesar 25,8 persen, sedangkan giro tumbuh 64,3 persen," Peningkatan itu menyebabkan penurunan pada biaya dana (Cost of Fund/COF), dari 4,85 persen di triwulan II-2011 menjadi 3,86 persen pada triwulan II-2012," tambahnya.
Peningkatan ini juga merupakan hasil dari ekspansi unit kerja yang dilakukan perseroan. Ali menyebut, jumlah unit kerja BRI pada triwulan dua mencapai 8.618 atau meningkat lebih dari 1.000 unit kerja dibandingkan periode yang sama di 2011 sebanyak 7.374 unit kerja.
"Selain memperkuat dana murah, dampak kenaikan dana tabungan juga turut menggenjot jumlah pemegang kartu debit BRI dari 10.5 juta pada 2011 lalu menjadi 13,7 juta di triwulan dua tahun ini. Sedangkan kenaikan pemegang kartu debit ini berdampak pada transaksi e-channel," jelas dia.
Kenaikan transaksi di e-channel BRI, ujar Ali, pada 2011 lalu, hanya terjadi 636 juta transaksi. Jumlah ini naik signifikan menjadi 817 juta pada triwulan II-2012.
Dana itu terdiri atas giro sebesar Rp74,5 triliun, tabungan Rp155,7 triliun, dan deposito Rp140,9 miliar.
"DPK kita mengalami kenaikan signifikan bila dibandingkan dengan triwulan II-2011 lalu di mana giro sebesar Rp45,3 triliun, tabungan Rp123,8 triliun, dan deposito Rp125,5 triliun. Artinya, DPK tumbuh 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam siaran pers, Kamis (6/9/2012).
Ali menuturkan, kenaikan itu mempengaruhi komposisi dana murah BRI yang mencapai 62 persen atau sekira Rp311,1 triliun.
"Tabungan tumbuh sebesar 25,8 persen, sedangkan giro tumbuh 64,3 persen," Peningkatan itu menyebabkan penurunan pada biaya dana (Cost of Fund/COF), dari 4,85 persen di triwulan II-2011 menjadi 3,86 persen pada triwulan II-2012," tambahnya.
Peningkatan ini juga merupakan hasil dari ekspansi unit kerja yang dilakukan perseroan. Ali menyebut, jumlah unit kerja BRI pada triwulan dua mencapai 8.618 atau meningkat lebih dari 1.000 unit kerja dibandingkan periode yang sama di 2011 sebanyak 7.374 unit kerja.
"Selain memperkuat dana murah, dampak kenaikan dana tabungan juga turut menggenjot jumlah pemegang kartu debit BRI dari 10.5 juta pada 2011 lalu menjadi 13,7 juta di triwulan dua tahun ini. Sedangkan kenaikan pemegang kartu debit ini berdampak pada transaksi e-channel," jelas dia.
Kenaikan transaksi di e-channel BRI, ujar Ali, pada 2011 lalu, hanya terjadi 636 juta transaksi. Jumlah ini naik signifikan menjadi 817 juta pada triwulan II-2012.
(gpr)
Lihat Juga :