Investasi listrik hingga 2020 capai USD96 miliar
Kamis, 06 September 2012 - 15:17 WIB
Investasi listrik hingga 2020 capai USD96 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan kebutuhan investasi sektor listrik hingga 2020 diperkirakan mencapai USD96 miliar. "Kebutuhan investasi per tahunnya USD9,6 miliar," kata dia, saat ditemui dikantornya, Jakarta, Kamis, (6/9/2012).
Menurut dia, dari total kebutuhan tersebut, sebesar USD6,78 miliar untuk investasi pembangkit, USD1,4 miliar untuk transmisi dan USD1,3 miliar untuk biaya investasi distribusi. Sementara total kebutuhan transmisi mencapai 49.299 kilometer (km).
Dia juga mengatakan, pemerintah optimistis program percepatan tahap kedua akan lebih baik karena persiapan pembanguan lembangkit yang lebih terukur. Selain itu, sebagian besar listrik tahap II menggunakan bahan bakar energi baru dan terbarukan.
Menurut Jarman, program percepatan kedua akan lebih baik dari tahap I yang cenderung molor. “Ada 50 persen lebih di proyek tahap I yang molor,” katanya.
Sementara Direktur Utama PLN Nur Pamudji,menyatakan proyek listrik 10 ribu MW tahap I hampir selesai saat ini yang sudah masuk jaringan sekitar 60 persen. “Sudah hampir selesai, saat ini sudah 6.430 MW yang selesai. Sisanya selesai 2013,” kata dia. Itu belum termasuk tambahan dari listrik yang dibangun swasta (independent power producer/IPP) sekitar 1.500 MW di luar proyek tersebut.
Jarman menambahkan, pasokan listrik nasional hingga semester I 2012 mencapai 41.098 MW atau 75,3 persen dari total kebutuhan nasional. Sebanyak 80 persen dari pasokan listrik tersebut masih berpusat di Jawa, Bali dan Sumatera.
Sementara, imbuhnya, kebutuhan pasokan listrik nasional mencapai 5.535 MW per tahun untuk mengejar rasio elektrifikasi sebesar 80 persen pada tahun 2014. "Hingga tahun 2020 dibutuhkan tambahan listrik nasional sebesar 55.795 MW," tutupnya.
Menurut dia, dari total kebutuhan tersebut, sebesar USD6,78 miliar untuk investasi pembangkit, USD1,4 miliar untuk transmisi dan USD1,3 miliar untuk biaya investasi distribusi. Sementara total kebutuhan transmisi mencapai 49.299 kilometer (km).
Dia juga mengatakan, pemerintah optimistis program percepatan tahap kedua akan lebih baik karena persiapan pembanguan lembangkit yang lebih terukur. Selain itu, sebagian besar listrik tahap II menggunakan bahan bakar energi baru dan terbarukan.
Menurut Jarman, program percepatan kedua akan lebih baik dari tahap I yang cenderung molor. “Ada 50 persen lebih di proyek tahap I yang molor,” katanya.
Sementara Direktur Utama PLN Nur Pamudji,menyatakan proyek listrik 10 ribu MW tahap I hampir selesai saat ini yang sudah masuk jaringan sekitar 60 persen. “Sudah hampir selesai, saat ini sudah 6.430 MW yang selesai. Sisanya selesai 2013,” kata dia. Itu belum termasuk tambahan dari listrik yang dibangun swasta (independent power producer/IPP) sekitar 1.500 MW di luar proyek tersebut.
Jarman menambahkan, pasokan listrik nasional hingga semester I 2012 mencapai 41.098 MW atau 75,3 persen dari total kebutuhan nasional. Sebanyak 80 persen dari pasokan listrik tersebut masih berpusat di Jawa, Bali dan Sumatera.
Sementara, imbuhnya, kebutuhan pasokan listrik nasional mencapai 5.535 MW per tahun untuk mengejar rasio elektrifikasi sebesar 80 persen pada tahun 2014. "Hingga tahun 2020 dibutuhkan tambahan listrik nasional sebesar 55.795 MW," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :