APEC kunci masa depan Rusia
Jum'at, 07 September 2012 - 10:16 WIB
APEC kunci masa depan Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Rusia akan menjadikan Asia-Pasifik sebagai kunci masa depannya di masa mendatang. Untuk itu, Rusia berjanji memperlihatkan potensi yang bisa dimanfaatkan negara-negara di kawasan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, Asia-Pasifik merupakan kawasan dinamis dan merupakan faktor paling penting bagi kesuksesan masa depan Rusia.
“Pengembangan kawasannya nantinya termasuk kawasan Siberia dan Timur Jauh,” kata Putin dalam artikel yang diterbitkan The Wall Street Journal seperti dikutip AFPkemarin.
Artikel tersebut ditulis Putin menjelang pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pasific Economic Cooperation (KTT APEC) yang akan digelar di Valdivostok,Timur Jauh Rusia, Sabtu dan Minggu (8–9/9) pekan ini.
“Kami berharap bahwa KTT APEC mendatang akan menunjukkan kepada dunia bahwa Rusia adalah negara dengan peluang yang luas,”katanya.
Dalam pertemuan puncak tersebut, Putin akan memberikan sambutan mengenai upaya menghilangkan hambatan perdagangan serta mempromosikan integrasi ekonomi APEC untuk pertama kalinya.
Sebelumnya pemerintah negara yang terletak di sebelah Timur Eropa dan Utara Asia tersebut telah menginvestasikan sekitar USD20 miliar untukVladivostok. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, termasuk dua jembatan penghubung.
Rusia juga meyakinkan, perhelatan KTT akan dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi di Timur Jauh Rusia.
“Rusia memiliki banyak infrastruktur untuk ditawarkan sebagai pusat perdagangan dengan mengandalkan jalur pengiriman melewati rute tradisional Selat Malaka dan Terusan Suez,”kata Putin.
Rusia juga dikabarkan siap membuka pintu bagi mitra perdagangan baru di Asia setelah menyepakati perdagangan bebas dengan Kazakhstan dan Belarusia.
Dua kerja sama perdagangan tersebut dilakukan setelah Negeri Beruang Putih itu mendapatkan keanggotaan dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).Rusia kini menjadi anggota WTO ke-156,dengan tingkat perekonomian mencapai USD1,9 triliun.
Pada saat yang sama, Presiden Cile Sebastian Pinera mengutarakan, negaranya menginginkan adanya kesepakatan perdagangan baru dengan Hong Kong, Indonesia, dan Rusia dalam KTT APEC. “Kesepakatan dengan negara tersebut belum berhasil dilakukan dan kami harus membuat kemajuan yang baik untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas,”tuturnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, Asia-Pasifik merupakan kawasan dinamis dan merupakan faktor paling penting bagi kesuksesan masa depan Rusia.
“Pengembangan kawasannya nantinya termasuk kawasan Siberia dan Timur Jauh,” kata Putin dalam artikel yang diterbitkan The Wall Street Journal seperti dikutip AFPkemarin.
Artikel tersebut ditulis Putin menjelang pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pasific Economic Cooperation (KTT APEC) yang akan digelar di Valdivostok,Timur Jauh Rusia, Sabtu dan Minggu (8–9/9) pekan ini.
“Kami berharap bahwa KTT APEC mendatang akan menunjukkan kepada dunia bahwa Rusia adalah negara dengan peluang yang luas,”katanya.
Dalam pertemuan puncak tersebut, Putin akan memberikan sambutan mengenai upaya menghilangkan hambatan perdagangan serta mempromosikan integrasi ekonomi APEC untuk pertama kalinya.
Sebelumnya pemerintah negara yang terletak di sebelah Timur Eropa dan Utara Asia tersebut telah menginvestasikan sekitar USD20 miliar untukVladivostok. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, termasuk dua jembatan penghubung.
Rusia juga meyakinkan, perhelatan KTT akan dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi di Timur Jauh Rusia.
“Rusia memiliki banyak infrastruktur untuk ditawarkan sebagai pusat perdagangan dengan mengandalkan jalur pengiriman melewati rute tradisional Selat Malaka dan Terusan Suez,”kata Putin.
Rusia juga dikabarkan siap membuka pintu bagi mitra perdagangan baru di Asia setelah menyepakati perdagangan bebas dengan Kazakhstan dan Belarusia.
Dua kerja sama perdagangan tersebut dilakukan setelah Negeri Beruang Putih itu mendapatkan keanggotaan dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).Rusia kini menjadi anggota WTO ke-156,dengan tingkat perekonomian mencapai USD1,9 triliun.
Pada saat yang sama, Presiden Cile Sebastian Pinera mengutarakan, negaranya menginginkan adanya kesepakatan perdagangan baru dengan Hong Kong, Indonesia, dan Rusia dalam KTT APEC. “Kesepakatan dengan negara tersebut belum berhasil dilakukan dan kami harus membuat kemajuan yang baik untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas,”tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :