Atasi kekeringan, pemerintah anggarkan Rp1 T
Jum'at, 07 September 2012 - 20:13 WIB
Atasi kekeringan, pemerintah anggarkan Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono menyatakan, musim kemarau berkepanjangan yang di alami Indonesia saat ini, menyebabkan beberapa daerah mengalami kekeringan. Sebab itu, pemerintah melalui berbagai Kementerian, menganggarkan Rp1 triliun lebih untuk mengatasi hal tersebut.
"Untuk itu beberapa Kementerian alokasikan anggaran dan ambil langkah-langkah antisipatif seperti Kementerian Pertanian, PU, ada program pompanisasi semuanya dalam (Deep Well). Kementan anggarannya Rp190 miliar, kalau di total lebih dari Rp1 triliun dari berbagai Kementerian," ujarnya dalam Rakor tingkat Menteri mengenai pelaksanaan Raimuna di kantor Kemenko Kesra, Jakarta, (7/9/2012).
Menurut Politisi Partai Golkar ini, solusi masalah kekeringan ini, memberikan bantuan pompa air untuk masyarakat dari Kementerian Pertanian. "Kalau memang kedalaman sumur tersebut kering sampai sebesar 60 persen, kita tidak bisa berbuat banyak. Sekarang gimana menyelamatkan masyarakat jangan sampai kesulitan air, terutama air bersih dan pertanian," katanya.
Mantan Ketua DPR ini menambahkan, untuk hujan buatan sendiri masih menunggu selama bahan bakunya memadai. Bahan bakunya sendiri berasal dari awan, namun saat ini awan masih dibawah standar untuk dilakukan hujan buatan. "Harus sekian persen awan tersebut lalu disirami garam. Kalau dipaksakan juga nanti malah hujan garam lagi," ucapnya sambil bercanda.
"Untuk itu beberapa Kementerian alokasikan anggaran dan ambil langkah-langkah antisipatif seperti Kementerian Pertanian, PU, ada program pompanisasi semuanya dalam (Deep Well). Kementan anggarannya Rp190 miliar, kalau di total lebih dari Rp1 triliun dari berbagai Kementerian," ujarnya dalam Rakor tingkat Menteri mengenai pelaksanaan Raimuna di kantor Kemenko Kesra, Jakarta, (7/9/2012).
Menurut Politisi Partai Golkar ini, solusi masalah kekeringan ini, memberikan bantuan pompa air untuk masyarakat dari Kementerian Pertanian. "Kalau memang kedalaman sumur tersebut kering sampai sebesar 60 persen, kita tidak bisa berbuat banyak. Sekarang gimana menyelamatkan masyarakat jangan sampai kesulitan air, terutama air bersih dan pertanian," katanya.
Mantan Ketua DPR ini menambahkan, untuk hujan buatan sendiri masih menunggu selama bahan bakunya memadai. Bahan bakunya sendiri berasal dari awan, namun saat ini awan masih dibawah standar untuk dilakukan hujan buatan. "Harus sekian persen awan tersebut lalu disirami garam. Kalau dipaksakan juga nanti malah hujan garam lagi," ucapnya sambil bercanda.
(gpr)
Lihat Juga :