Presiden SBY ajak APEC perkuat kerja sama
Minggu, 09 September 2012 - 11:13 WIB
Presiden SBY ajak APEC perkuat kerja sama
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak negara-negara yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik (APEC) untuk terus mengembangkan dan memperkuat visi serta kerja sama sehingga tidak diombang-ambingkan krisis ekonomi global sekaligus mencegah masuk ke krisis ekonomi.
Ajakan itu disampaikan saat Presiden SBY menyampaikan pandangannya sebagai salah satu pembicara kunci di APEC CEO Summit 2012 yang merupakan rangkaian kegiatan KTT APEC di Russky Island,Vladivostok, kemarin.
Dia mengingatkan negara-negara APEC agar lebih cermat dan segera mengantisipasi potensi krisis dari indikator-indikator seperti kenaikan harga pangan dunia, berkurangnya suplai energi, kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
“Sejumlah hal yang menjadi pandangan saya mengenai apa yang bisa kita adalah kita pahami semua bisnis memerlukan efisiensi arus barang,manusia, dan pelayanan. Oleh karena itu saya mendorong pentingnya konektivitas. Ini akan mengurangi pola ekonomi biaya tinggi dan membuat kawasan ini lebih kompetitif,” ujar Presiden SBY.
APEC CEO Summit merupakan salah satu rangkaian kegiatan KTT APEC 2012. Pertemuan itu menghadirkan puluhan pimpinan perusahaan swasta dari negara-negara anggota APEC dan berdiskusi dengan pimpinan negara atau menteri anggota APEC mengenai pengembangan bisnis, upaya liberalisasi perdagangan dan pembangunan ekonomi kawasan, serta kerja sama antarnegara atau kerja sama antara negara dan swasta.
Forum pertemuan bisnis tersebut sudah berlangsung sejak Kamis (6/9) dengan tema pembahasan di hari pertama mengenai investasi di Rusia. Presiden SBY akan menyampaikan pandangan di forum tersebut pada Sabtu siang pukul 13.00 waktu setempat atau 09.00 WIB.
Sebelumnya, 09.00 waktu setempat Presiden China Hu Jintao terlebih dulu mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya. Pada hari yang sama, Presiden Meksiko Felipe Calderon juga hadir dalam pertemuan CEO tersebut, tetapi tidak menyampaikan pidato, melainkan masuk ke dalam sesi APEC Leader Interaction.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton pun direncanakan masuk sesi leader interaction tersebut. Sepanjang penyelenggaraan APEC CEO Summit 2012 tidak seluruh kepala negara atau pemerintahan menyampaikan pidatonya, hanya Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (7/9), Presiden RRC Hu Jintao, dan Presiden SBY.Adapun Presiden Vietnam Truong Tang Sang, Presiden Cile Sebastian Pinera, Pemimpin Taiwan Lien Chan, PM Australia Julia Gillard menjadi salah satu pembicara dalam beberapa sesi yang berlangsung hingga Sabtu.
Selain Presiden SBY, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga menjadi salah satu pembicara dalam sesi Health is Wealth dengan partisipan lain CEO Orion Health Ian McCrae, Chief Research and Strategy Officer Microsoft Craig Mundie, CFO Johnson & Johnson Dominic Caruso.Sementara itu Group Co-CEO dan pimpinan PT Indika Energy Wishnu Wardhana menjadi salah satu pemandu dalam sesi penutupan CEO Summit bersama Ketua CEO Summit APEC Rusia Andrey Kostin.
Wishnu Wardhana akan menjadi pimpinan APEC CEO Summit 2013 saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC 2013 mendatang. Dalam pidatonya,Presiden SBY berharap aturan APEC terkait dengan investasi, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur, terlebih di negara-negara yang masih berkembang. Menurut dia, langkah ini akan mendorong adanya permintaan barang modal dan teknologi, termasuk dari negara-negara maju.
Mantan Menkopolkam itu juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini,bukan hanya bagi pengurangan dampak krisis bagi negara-negara anggota APEC, tetapi juga mencegah agar APEC atau kawasan Asia Pasifik tidak menjadi episentrum dari krisis itu sendiri.“ Kita juga harus selalu memiliki pandangan dan menyadari krisis ekonomi dapat dipicu ketidakpastian harga barang dan energi. Dengan pandangan tadi,menurut saya ini juga harus menjadi salah satu faktor dalam sistem peringatan dini,” katanya.
SBY juga menggariskan perlunya kerja sama APEC memberikan pengaruh positif terhadap kawasan dengan memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat. “Investasi dan konsumsi adalah strategi utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Ini tidak akan terwujud bila tidak dilakukan dengan membuat aturan yang jelas di kawasan atau di daerah, termasuk di bidang arus barang dan jasa,” katanya.
Sebelumnya, Presiden China Hu Jintao berjanji pada saat menjelang pembukaan APEC pihaknya akan menjaga pertumbuhan ekonomi untuk mendukung pemulihan global. Menurut Hu Jintao,China akan mengejar beragam kebijakan yang kuat dan mencari cara untuk meningkatkan permintaan domestik. Dia pun meminta semua negara di kawasan Asia Pasifik berbagi tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan stabilitas. “Pemulihan ekonomi dunia saat ini berjalan lamban serta masih ada sejumlah faktor yang tidak stabil dan ketidakpastian,” katanya.
Lebih jauh dia mengingatkan, dampak krisis keuangan internasional masih jauh dari selesai. China akan bekerja untuk menjaga keseimbangan antara menjaga pertumbuhan tetap stabil dan kuat, menyesuaikan struktur ekonomi, serta mengatur perkiraan inflasi. “Kami akan meningkatkan permintaan domestik dan menjaga pertumbuhan yang stabil dan kuat serta menjaga stabilitas harga dasar,” tambahnya.
Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada para pemimpin perusahaan dari wilayah Asia- Pasifik bahwa Rusia ingin menyediakan jembatan antara Asia dan Eropa untuk meningkatkan perdagangan regional. Menurut Putin, Rusia ingin memperbaiki prasarana transportasinya untuk menghubungkan kedua kawasan. “Kami ingin memperbaiki lingkungan bisnis dan menjadi satu dari 20 negara dengan ekonomi terbaik di dunia,” katanya.
Sementara itu, berdasar agenda,sesi pertemuan pemimpin ekonomi Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik akan dilangsungkan di kompleks Universitas Federal Far Eastern di Russky Island, Vladivostok, Rusia. Pertemuan pemimpin APEC 2012 ini akan dimulai pada Sabtu (8/9) pukul 14.30 waktu setempat dan berlangsung hingga pukul 16.45. Pertemuan para pemimpin APEC kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama APEC Business Advisory Council (ABAC).
Pada Sabtu malam akan dilangsungkan jamuan makan malam yang dihadiri presiden dan ibu negara dari seluruh anggota APEC dan berlangsung hingga pukul 21.30 waktu setempat. Adapun pada Minggu (9/9), sesi diskusi pimpinan APEC akan diisi sejumlah kegiatan seperti foto bersama para pimpinan APEC, working lunch, kemudian penutupan KTT APEC 2012.
Dikutip dari situs Kemlu RI, isu-isu yang dibahas dalam APEC ini dititikberatkan pada liberalisasi perdagangan dan investasi, integrasi ekonomi regional, peningkatan ketahanan pangan, pembangunan rantai pasokan yang bisa diandalkan, dan kerja sama intensif untuk mendorong pertumbuhan inovatif.
Indonesia siap pimpin APEC 2013
Dalam pidatonya di APEC CEO Summit, Presiden SBY juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi ketua Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Asia Pasifik 2013 sekaligus menetapkan target capaian forum tersebut dengan mendorong kerja sama kawasan yang dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi dunia.
Indonesia pun mengundang kedatangan para pebisnis Asia Pasifik dalam forum serupa yang akan berlangsung di Bali pada Oktober 2013 dan mengajak semua pihak berpartisipasi dalam rangkaian KTT APEC sekaligus mengunjungi Indonesia.
“Sebagai ketua APEC tahun depan, Indonesia menargetkan pencapaian visi bagi kerja sama ekonomi di kawasan yang relevan dengan komunitas bisnis ini. Dengan senang hati saya menyampaikan tema APEC tahun depan adalah “Ketahanan Asia Pasifik, pendorong bagi pertumbuhan global,” kata Presiden yang disambut tepuk tangan para pebisnis yang hadir dalam sesi pidato kunci tersebut.
Presiden dalam kesempatan itu mengajak komunitas bisnis global untuk bersamasama mendorong kerja sama ekonomi di Asia Pasifik menjadi pendorong atau mesin agar pertumbuhan ekonomi global meningkat. “Kami menunggu kehadiran Anda sekalian di Bali tahun depan,” tegas Presiden.
Dalam momen tersebut Indonesia sempat menampilkan film pendek mengenai kesiapan dan promosi Indonesia sebagai tuan rumah APEC 2013 di Bali. Para peserta juga mendapatkan leaflet yang memberikan informasi mengenai performa perekonomian nasional serta ajakan untuk menghadiri Forum APEC pada 2013. Indonesia menjadi tuan rumah APEC pada 1993 dan dilangsungkan di Bogor.
Pada KTT APEC 1993 itu disepakati Bogor Goals yang selanjutnya menjadi pijakan pengembangan kerja sama ekonomi negaranegara anggota APEC hingga saat ini dengan penyesuaian pada masalah-masalah atau isu yang tengah dihadapi ekonomi kawasan.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, sebagai tuan rumah APEC 2013,Pemerintah Indonesia harus menyiapkan diri agar kepentingan nasional bisa tercapai. Kepentingan yang dimaksud terkait agenda-agenda apa saja yang harus menjadi prioritas dalam meningkatkan perekonomian.
“Saya kira yang perlu dikedepankan adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengajak negara maju mau terlibat dalam pencapaian targetyangingindicapaiseperti di sektor infrastruktur,” kata Sofjan Wanandi kepada SINDO kemarin.
Lebih jauh Sofjan mengatakan, beberapa prioritas yang harus didahulukan dalam infrastruktur adalah sektor ketenagalistrikan dan perkeretaapian. “Jadi targetnya harus yang dekat-dekat saja dulu, jangan yang kelewat jauh,” katanya.
Ajakan itu disampaikan saat Presiden SBY menyampaikan pandangannya sebagai salah satu pembicara kunci di APEC CEO Summit 2012 yang merupakan rangkaian kegiatan KTT APEC di Russky Island,Vladivostok, kemarin.
Dia mengingatkan negara-negara APEC agar lebih cermat dan segera mengantisipasi potensi krisis dari indikator-indikator seperti kenaikan harga pangan dunia, berkurangnya suplai energi, kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
“Sejumlah hal yang menjadi pandangan saya mengenai apa yang bisa kita adalah kita pahami semua bisnis memerlukan efisiensi arus barang,manusia, dan pelayanan. Oleh karena itu saya mendorong pentingnya konektivitas. Ini akan mengurangi pola ekonomi biaya tinggi dan membuat kawasan ini lebih kompetitif,” ujar Presiden SBY.
APEC CEO Summit merupakan salah satu rangkaian kegiatan KTT APEC 2012. Pertemuan itu menghadirkan puluhan pimpinan perusahaan swasta dari negara-negara anggota APEC dan berdiskusi dengan pimpinan negara atau menteri anggota APEC mengenai pengembangan bisnis, upaya liberalisasi perdagangan dan pembangunan ekonomi kawasan, serta kerja sama antarnegara atau kerja sama antara negara dan swasta.
Forum pertemuan bisnis tersebut sudah berlangsung sejak Kamis (6/9) dengan tema pembahasan di hari pertama mengenai investasi di Rusia. Presiden SBY akan menyampaikan pandangan di forum tersebut pada Sabtu siang pukul 13.00 waktu setempat atau 09.00 WIB.
Sebelumnya, 09.00 waktu setempat Presiden China Hu Jintao terlebih dulu mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya. Pada hari yang sama, Presiden Meksiko Felipe Calderon juga hadir dalam pertemuan CEO tersebut, tetapi tidak menyampaikan pidato, melainkan masuk ke dalam sesi APEC Leader Interaction.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton pun direncanakan masuk sesi leader interaction tersebut. Sepanjang penyelenggaraan APEC CEO Summit 2012 tidak seluruh kepala negara atau pemerintahan menyampaikan pidatonya, hanya Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (7/9), Presiden RRC Hu Jintao, dan Presiden SBY.Adapun Presiden Vietnam Truong Tang Sang, Presiden Cile Sebastian Pinera, Pemimpin Taiwan Lien Chan, PM Australia Julia Gillard menjadi salah satu pembicara dalam beberapa sesi yang berlangsung hingga Sabtu.
Selain Presiden SBY, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga menjadi salah satu pembicara dalam sesi Health is Wealth dengan partisipan lain CEO Orion Health Ian McCrae, Chief Research and Strategy Officer Microsoft Craig Mundie, CFO Johnson & Johnson Dominic Caruso.Sementara itu Group Co-CEO dan pimpinan PT Indika Energy Wishnu Wardhana menjadi salah satu pemandu dalam sesi penutupan CEO Summit bersama Ketua CEO Summit APEC Rusia Andrey Kostin.
Wishnu Wardhana akan menjadi pimpinan APEC CEO Summit 2013 saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC 2013 mendatang. Dalam pidatonya,Presiden SBY berharap aturan APEC terkait dengan investasi, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur, terlebih di negara-negara yang masih berkembang. Menurut dia, langkah ini akan mendorong adanya permintaan barang modal dan teknologi, termasuk dari negara-negara maju.
Mantan Menkopolkam itu juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini,bukan hanya bagi pengurangan dampak krisis bagi negara-negara anggota APEC, tetapi juga mencegah agar APEC atau kawasan Asia Pasifik tidak menjadi episentrum dari krisis itu sendiri.“ Kita juga harus selalu memiliki pandangan dan menyadari krisis ekonomi dapat dipicu ketidakpastian harga barang dan energi. Dengan pandangan tadi,menurut saya ini juga harus menjadi salah satu faktor dalam sistem peringatan dini,” katanya.
SBY juga menggariskan perlunya kerja sama APEC memberikan pengaruh positif terhadap kawasan dengan memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat. “Investasi dan konsumsi adalah strategi utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Ini tidak akan terwujud bila tidak dilakukan dengan membuat aturan yang jelas di kawasan atau di daerah, termasuk di bidang arus barang dan jasa,” katanya.
Sebelumnya, Presiden China Hu Jintao berjanji pada saat menjelang pembukaan APEC pihaknya akan menjaga pertumbuhan ekonomi untuk mendukung pemulihan global. Menurut Hu Jintao,China akan mengejar beragam kebijakan yang kuat dan mencari cara untuk meningkatkan permintaan domestik. Dia pun meminta semua negara di kawasan Asia Pasifik berbagi tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan stabilitas. “Pemulihan ekonomi dunia saat ini berjalan lamban serta masih ada sejumlah faktor yang tidak stabil dan ketidakpastian,” katanya.
Lebih jauh dia mengingatkan, dampak krisis keuangan internasional masih jauh dari selesai. China akan bekerja untuk menjaga keseimbangan antara menjaga pertumbuhan tetap stabil dan kuat, menyesuaikan struktur ekonomi, serta mengatur perkiraan inflasi. “Kami akan meningkatkan permintaan domestik dan menjaga pertumbuhan yang stabil dan kuat serta menjaga stabilitas harga dasar,” tambahnya.
Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada para pemimpin perusahaan dari wilayah Asia- Pasifik bahwa Rusia ingin menyediakan jembatan antara Asia dan Eropa untuk meningkatkan perdagangan regional. Menurut Putin, Rusia ingin memperbaiki prasarana transportasinya untuk menghubungkan kedua kawasan. “Kami ingin memperbaiki lingkungan bisnis dan menjadi satu dari 20 negara dengan ekonomi terbaik di dunia,” katanya.
Sementara itu, berdasar agenda,sesi pertemuan pemimpin ekonomi Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik akan dilangsungkan di kompleks Universitas Federal Far Eastern di Russky Island, Vladivostok, Rusia. Pertemuan pemimpin APEC 2012 ini akan dimulai pada Sabtu (8/9) pukul 14.30 waktu setempat dan berlangsung hingga pukul 16.45. Pertemuan para pemimpin APEC kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama APEC Business Advisory Council (ABAC).
Pada Sabtu malam akan dilangsungkan jamuan makan malam yang dihadiri presiden dan ibu negara dari seluruh anggota APEC dan berlangsung hingga pukul 21.30 waktu setempat. Adapun pada Minggu (9/9), sesi diskusi pimpinan APEC akan diisi sejumlah kegiatan seperti foto bersama para pimpinan APEC, working lunch, kemudian penutupan KTT APEC 2012.
Dikutip dari situs Kemlu RI, isu-isu yang dibahas dalam APEC ini dititikberatkan pada liberalisasi perdagangan dan investasi, integrasi ekonomi regional, peningkatan ketahanan pangan, pembangunan rantai pasokan yang bisa diandalkan, dan kerja sama intensif untuk mendorong pertumbuhan inovatif.
Indonesia siap pimpin APEC 2013
Dalam pidatonya di APEC CEO Summit, Presiden SBY juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi ketua Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Asia Pasifik 2013 sekaligus menetapkan target capaian forum tersebut dengan mendorong kerja sama kawasan yang dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi dunia.
Indonesia pun mengundang kedatangan para pebisnis Asia Pasifik dalam forum serupa yang akan berlangsung di Bali pada Oktober 2013 dan mengajak semua pihak berpartisipasi dalam rangkaian KTT APEC sekaligus mengunjungi Indonesia.
“Sebagai ketua APEC tahun depan, Indonesia menargetkan pencapaian visi bagi kerja sama ekonomi di kawasan yang relevan dengan komunitas bisnis ini. Dengan senang hati saya menyampaikan tema APEC tahun depan adalah “Ketahanan Asia Pasifik, pendorong bagi pertumbuhan global,” kata Presiden yang disambut tepuk tangan para pebisnis yang hadir dalam sesi pidato kunci tersebut.
Presiden dalam kesempatan itu mengajak komunitas bisnis global untuk bersamasama mendorong kerja sama ekonomi di Asia Pasifik menjadi pendorong atau mesin agar pertumbuhan ekonomi global meningkat. “Kami menunggu kehadiran Anda sekalian di Bali tahun depan,” tegas Presiden.
Dalam momen tersebut Indonesia sempat menampilkan film pendek mengenai kesiapan dan promosi Indonesia sebagai tuan rumah APEC 2013 di Bali. Para peserta juga mendapatkan leaflet yang memberikan informasi mengenai performa perekonomian nasional serta ajakan untuk menghadiri Forum APEC pada 2013. Indonesia menjadi tuan rumah APEC pada 1993 dan dilangsungkan di Bogor.
Pada KTT APEC 1993 itu disepakati Bogor Goals yang selanjutnya menjadi pijakan pengembangan kerja sama ekonomi negaranegara anggota APEC hingga saat ini dengan penyesuaian pada masalah-masalah atau isu yang tengah dihadapi ekonomi kawasan.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, sebagai tuan rumah APEC 2013,Pemerintah Indonesia harus menyiapkan diri agar kepentingan nasional bisa tercapai. Kepentingan yang dimaksud terkait agenda-agenda apa saja yang harus menjadi prioritas dalam meningkatkan perekonomian.
“Saya kira yang perlu dikedepankan adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengajak negara maju mau terlibat dalam pencapaian targetyangingindicapaiseperti di sektor infrastruktur,” kata Sofjan Wanandi kepada SINDO kemarin.
Lebih jauh Sofjan mengatakan, beberapa prioritas yang harus didahulukan dalam infrastruktur adalah sektor ketenagalistrikan dan perkeretaapian. “Jadi targetnya harus yang dekat-dekat saja dulu, jangan yang kelewat jauh,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :