IPO Semen Baturaja & Waskita butuh kerja ekstra

Senin, 10 September 2012 - 19:57 WIB
IPO Semen Baturaja &...
IPO Semen Baturaja & Waskita butuh kerja ekstra
A A A
Sindonews.com - Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengakui, untuk merealisasikan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun ini, pelaksana penjamin emisi (underwriter) IPO memerlukan kerja ekstra keras. Pasalnya, proses IPO tersebut belum tuntas hingga kuartal III tahun ini.

"Kalau kita filing di 2012 dan listing di 2013, itu masih oke. Tapi kalau kita ngejar listing di 2012, kita harus ekstra kerja," kata dia di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Dua perusahaan pelat merah yang ditargetkan bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini, yakni PT Semen Baturaja dan PT Waskita Karya. PT Semen Baturaja hingga saat ini masih menunggu izin dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bisa menjadi perusahaan publik.

Sementara Waskita Karya masih menunggu pengalihan saham perusahaan sebanyak 99 persen dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kepada pemerintah. Pasalnya, untuk bisa menjadi perusahaan publik, Waskita harus menjadi perusahaan pelat merah terlebih dahulu. Sedangkan saat ini, statusnya masih anak usaha PPA.

Kendati demikian, Marciano menegaskan, penjamin pelaksana emisi IPO dua BUMN tersebut akan berupaya merealisasikan target IPO pada sisa tahun ini. Pasalnya, menurut dia, akhir semester II merupakan momentum yang ideal bagi perusahaan untuk melepas sahamnya ke publik lantaran akan diserap pasar menyusul pengaruh dari laporan keuangan kuartal II dan III yang biasanya positif. Dengan demikian, underwriter akan berusaha untuk bisa menyelesaikan segala proses IPO yang berada di bawah kendali mereka.

Adapun untuk bisa sampai menuju IPO, masih memerlukan proses ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), proses Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan lain-lain. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan semua proses tersebut, Marciano memperkirakan selama 2-3 bulan. "Itu yang dikejar karena biasanya bulan November, investor mulai belanja," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usai IPO, Ayam Goreng...
Usai IPO, Ayam Goreng Nelongso Bakal Ekspansi Bisnis ke IKN
BUMN Diminta Perbaiki...
BUMN Diminta Perbaiki Kinerja Sebelum IPO
Dana IPO Dipakai Buat...
Dana IPO Dipakai Buat Rekrut Programmer, WGSH Tancap Gas di 2022
Bukalapak Resmi Melantai...
Bukalapak Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Bersiap IPO, Intip Jadwal...
Bersiap IPO, Intip Jadwal Penawaran PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK)
6 BUMN Gagal Bersinar...
6 BUMN Gagal Bersinar Meski Sudah IPO, Erick Thohir Enggan Merinci Daftarnya
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
7 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
7 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
7 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
8 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
8 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
8 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved