BP Migas: lifting minyak 2012 sulit tercapai
Senin, 10 September 2012 - 20:23 WIB
BP Migas: lifting minyak 2012 sulit tercapai
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pesimis lifting minyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 sebesar 930.000 barel per hari dapat tercapai. Pasalnya, banyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengalami kendala dalam upaya lifting tersebut.
"Enggak (tercapai), berat. Bukan enggak mungkin, tapi berat," ujar Kepala BP Migas, Raden Priyono di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/9/2012).
Menurutnya, lifting minyak tersebut dapat tembus 900.000 bph apabila stok minyak yang ada saat ini dilepas. Namun, dia enggan membeberkan berapa stok yang disimpan saat ini. Saat ini lifting minyak baru mencapai 870.000 bph.
"Kita enggak bicara lifting. Lifting kan masih ada stok. (Stok) ya nanti dikasih tahu. Mudah-mudahan tembus lah 900.000 bph," tegasnya.
Stok tersebut dilepas apabila harga minyaknya di atas harga Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar USD105 sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara.
"Pas harga bagus. Jangan sampai harga jelek. Kita kan enggak tahu harga minyak gimana dalam 1 minggu ke depan. Kalau misalnya di Uni Eropa semakin jelek, pasti akan turun harga minyak, karena demand akan turun. Menurut saya bagus yang di atas ICP yang diprediksi oleh pemerintah, di atas itu. Itu bagus buat kita," tandas Priyono.
"Enggak (tercapai), berat. Bukan enggak mungkin, tapi berat," ujar Kepala BP Migas, Raden Priyono di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/9/2012).
Menurutnya, lifting minyak tersebut dapat tembus 900.000 bph apabila stok minyak yang ada saat ini dilepas. Namun, dia enggan membeberkan berapa stok yang disimpan saat ini. Saat ini lifting minyak baru mencapai 870.000 bph.
"Kita enggak bicara lifting. Lifting kan masih ada stok. (Stok) ya nanti dikasih tahu. Mudah-mudahan tembus lah 900.000 bph," tegasnya.
Stok tersebut dilepas apabila harga minyaknya di atas harga Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan sebesar USD105 sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara.
"Pas harga bagus. Jangan sampai harga jelek. Kita kan enggak tahu harga minyak gimana dalam 1 minggu ke depan. Kalau misalnya di Uni Eropa semakin jelek, pasti akan turun harga minyak, karena demand akan turun. Menurut saya bagus yang di atas ICP yang diprediksi oleh pemerintah, di atas itu. Itu bagus buat kita," tandas Priyono.
(gpr)
Lihat Juga :