Dekati Target APBN, Lifting Minyak Semester I/2020 Capai 94,5%
Jum'at, 17 Juli 2020 - 16:36 WIB
loading...
Lifting minyak semester pertama tahun ini mendekati target APBN. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan kondisi produksi siap jual (lifting) migas tidak mencapai target pada semester I/2020 karena masih dihantui rendahnya harga minyak dan pandemi Covid-19.
Berdasarkan laporan SKK Migas, sepanjang semester I/2020 lifting migas mencapai 1.714 MBOEPD dengan rincian lifting minyak sebesar 713,3 ribu BOPD atau tercapai 94,5% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 755 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.605 MMSCFD dari target APBN sebesar 6.670 MMSCFD atau tercapai 84% dari target.
Disisi produksi migas pada periode yang sama mencapai 1.940 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) dengan rincian produksi minyak sebesar 720,2 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 6.830 juta standar kaki kubik per hari(MMSCFD).
"Dampak Covid itu sangat nyata. Walaupun begitu, kami bekerjasama dengan KKKS membuat terobosan-terobosan untukmendukung capaian target produksi 1 juta barel per hari di tahun2030. Dengan demikian Pengelolaan kegiatan hulu migas bisatetap berjalan baik, dan gerak industri dapat mendukungprogram janka panjang," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga: SKK Migas Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Bph di 2030
Berdasarkan laporan SKK Migas, sepanjang semester I/2020 lifting migas mencapai 1.714 MBOEPD dengan rincian lifting minyak sebesar 713,3 ribu BOPD atau tercapai 94,5% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 755 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas sebesar 5.605 MMSCFD dari target APBN sebesar 6.670 MMSCFD atau tercapai 84% dari target.
Disisi produksi migas pada periode yang sama mencapai 1.940 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) dengan rincian produksi minyak sebesar 720,2 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 6.830 juta standar kaki kubik per hari(MMSCFD).
"Dampak Covid itu sangat nyata. Walaupun begitu, kami bekerjasama dengan KKKS membuat terobosan-terobosan untukmendukung capaian target produksi 1 juta barel per hari di tahun2030. Dengan demikian Pengelolaan kegiatan hulu migas bisatetap berjalan baik, dan gerak industri dapat mendukungprogram janka panjang," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020).
Baca Juga: SKK Migas Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Bph di 2030
Lihat Juga :