Kemarau, stok beras DIY aman

Selasa, 11 September 2012 - 08:00 WIB
Kemarau, stok beras...
Kemarau, stok beras DIY aman
A A A
Sindonews.com - Musim kemarau yang melanda Indonesia tidak akan banyak perpengaruh terhadap persediaan beras di DIY. Sebab masa panen beras di tingkat petani masih berlangsung. Bahkan banyak petak lahan padi yang belum memasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Nanang Suwandi mengatakan panen padi di DIY dilakukan secara periodic. Disatu lahan sedang panen, namun di lahan yang lain belum saatnya panen. Sehingga dengan model ini, persediaan beras di tingkat petani akan selalu ada. “Panennya tidak bersamaan, dan ini akan menjadikan persediaan lebih aman,” jelas Nanang.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan dana Cadangan Pangan Nasional (CPN), sebagai pengganti tanaman padi yang puso. Hanya saja alokasi bantuan belum bisa ditentukan. Dana ini akan diberikan kepada petani yang puso, akibat kekeringan, kebanjiran maupun terserang hama. Tahun lalu, alokasi bantuan 3,7 ton bibit padi sebagai pengganti gagal panen. “Bantuan itu melalui program Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU),” jelasnya.

Dinas saat ini baru mendapatkan laporan dari Kabupaten Kulonprogo, yang terdapat lahan yang puso. Sedangkan empat kabupaten lain belum ada. Termasuk dari Kabupaten Gunungkidul yang kerap menjadi langganan kekeringan dan puso.

Ini tidak lepas dari sisitem irigasi yang lebih baik. Banyak lahan pertanian mendapat aliran air irigasi dari beberapa selokan yang ada, seperti selokan Mataram. “Kekeringan di DIY masih wajar,” tandas Nanang.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi H, mengaku kekeringan ini menyebabkan 19 hektar lahan padi di tiga kecamatan, puso. Di Kecamatan Samigaluh ada 6 hektar, Kokap 3 hektar dan di Girimulyo 10 hektar. “Akibat kekeringan, masa tanam kedua juga molor,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan, dinas menghimbau petani membuat sumur di lahan persawahan. Cara ini akan menjaga ketersediaan air untuk pengairan lahan sawah yang kesulitan mendapatkan air irigasi. “Itu salah satu cara agar bisa bertahan dan tidak ada lagi kekeringan,” jelasnya.

Realisasi produksi padi DIY hingga Agustus, sudah mencapai 790.819 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 90 persen dari target produksi padi DIY 2012 sebesar 877.950 ton GKG. Sedangkan untuk realisasi panen Agustus ini masuk 5.022 ton. Pada bulan Septeber diperkirakan bisa masuk 3.275 ton.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved