Daya saing RI menurun pengaruhi investasi
Selasa, 11 September 2012 - 11:49 WIB
Daya saing RI menurun pengaruhi investasi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo (SBS) menilai, turunnya daya saing Indonesia pada laporan terbaru Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) akan mempengaruhi nilai investasi. Indonesia melorot empat level, menempati peringkat ke-50 dari 144 negara.
"Ya hal itu bisa berdampak kepada arus investasi," kata SBS di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Menurutnya, Indonesia harus melakukan langkah koreksi, baik dari pemerintah maupun golongan pengusaha. Dari laporan itu, lanjutnya, Indonesia akan dibidik dari sisi infrastruktur, birokrasi dan beberapa hal yang dianggap menggangu kelancaran untuk berinvestasi.
"Saat ini Indonesia benar-benar menikmati perhatian dunia dan minat dari dunia begitu besar untuk investasi di Indonesia harus kita jaga, dan kita harus jaga terus iklim investasi di Indonesia," jelasnya.
Sejauh ini, dia menganggap pemerintah sudah cukup mempersiapkan beberapa antisipasi. Misalnya, dengan program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Saya kira kan kita sudah upayakan juga dengan MP3EI, dan mudah-mudahan kalau kita bisa pacu pembangunan infrastruktur akan bisa dikoreksi itu penurunan," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, laporan terbaru Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) menyatakan, daya saing Indonesia untuk 2012–2013 menempati peringkat ke-50 dari 144 negara, turun dibanding tahun lalu di posisi ke-46.
Peringkat tersebut jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang menduduki ranking ke-25, Brunei Darussalam (28), China(29), dan Thailand (38). Laporan WEF didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dan survei pada 15.000 pemimpin bisnis di 144 negara.
"Ya hal itu bisa berdampak kepada arus investasi," kata SBS di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Menurutnya, Indonesia harus melakukan langkah koreksi, baik dari pemerintah maupun golongan pengusaha. Dari laporan itu, lanjutnya, Indonesia akan dibidik dari sisi infrastruktur, birokrasi dan beberapa hal yang dianggap menggangu kelancaran untuk berinvestasi.
"Saat ini Indonesia benar-benar menikmati perhatian dunia dan minat dari dunia begitu besar untuk investasi di Indonesia harus kita jaga, dan kita harus jaga terus iklim investasi di Indonesia," jelasnya.
Sejauh ini, dia menganggap pemerintah sudah cukup mempersiapkan beberapa antisipasi. Misalnya, dengan program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Saya kira kan kita sudah upayakan juga dengan MP3EI, dan mudah-mudahan kalau kita bisa pacu pembangunan infrastruktur akan bisa dikoreksi itu penurunan," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, laporan terbaru Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) menyatakan, daya saing Indonesia untuk 2012–2013 menempati peringkat ke-50 dari 144 negara, turun dibanding tahun lalu di posisi ke-46.
Peringkat tersebut jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang menduduki ranking ke-25, Brunei Darussalam (28), China(29), dan Thailand (38). Laporan WEF didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dan survei pada 15.000 pemimpin bisnis di 144 negara.
(gpr)
Lihat Juga :