PIPM siap edukasi bisnis saham
Rabu, 12 September 2012 - 06:00 WIB
PIPM siap edukasi bisnis saham
A
A
A
Sindonews.com - Tren investasi saham dalam pasar modal rentan digunakan oknum untuk melakukan tindak kejahatan. Tidak sedikit masyarakat yang telah menjadi korban dalam investasi 'bodong'. Butuh edukasi dan sosialisasi agar kasus tidak terulang.
Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM), Irfan Noor Reza mengatakan, penipuan dengan modus investasi telah banyak memakan korban. Biasanya menggunakan model arisan berantai dengan menempatkan public figur atau tokoh masyarakat. Pada awalnya, penyelengara menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. “Masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar tentang investasi,” tutur Irfan di yogyakarta, Selasa (11/9/2012).
Menurutnya, masyarakat harus jeli jika ada penawaran yang menggiurkan. Masyarakat harus tahu arah dan pemanfaatan dana, legalitas perusahaan dan keuntungan yang akan diberikan. “PIPM siap membantu masyarakat untuk mengecek keabsahan perusahaan penyelenggara,” jelasnya.
Selama ini penyelenggara menawarkan keuntungan hingga 20%. Pada awalnya mereka berani tidak ambil untung untuk meyakinkan masyarakat. Setelah itu mereka akan memberikan testimoni dan mengajak masyarakat lain untuk ikut. Ketika sudah banyak yang menyerahkan uang akan ditinggal kabur. “Di DIY, saat ini ada 17 perusahaan sekuritas yang resmi terdaftar,” tuturnya.
Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM), Irfan Noor Reza mengatakan, penipuan dengan modus investasi telah banyak memakan korban. Biasanya menggunakan model arisan berantai dengan menempatkan public figur atau tokoh masyarakat. Pada awalnya, penyelengara menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. “Masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar tentang investasi,” tutur Irfan di yogyakarta, Selasa (11/9/2012).
Menurutnya, masyarakat harus jeli jika ada penawaran yang menggiurkan. Masyarakat harus tahu arah dan pemanfaatan dana, legalitas perusahaan dan keuntungan yang akan diberikan. “PIPM siap membantu masyarakat untuk mengecek keabsahan perusahaan penyelenggara,” jelasnya.
Selama ini penyelenggara menawarkan keuntungan hingga 20%. Pada awalnya mereka berani tidak ambil untung untuk meyakinkan masyarakat. Setelah itu mereka akan memberikan testimoni dan mengajak masyarakat lain untuk ikut. Ketika sudah banyak yang menyerahkan uang akan ditinggal kabur. “Di DIY, saat ini ada 17 perusahaan sekuritas yang resmi terdaftar,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :