InHealth alokasikan 65% dana investasi ke deposito
Rabu, 12 September 2012 - 13:32 WIB
InHealth alokasikan 65% dana investasi ke deposito
A
A
A
Sindonews.com - PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (InHealth) mencatat dana investasi sebesar Rp1,27 triliun sampai periode Agustus 2012. Dana tersebut sekitar Rp628 miliar atau 65 persen diinvestasikan dalam bentuk deposito.
Sementara sisanya, diinvestasikan dalam bentuk obligasi sekitar Rp422 miliar, Reksadana Rp178 miliar dan saham sebesar Rp24 miliar.
"Memang paling banyak kami investasikan dalam bentuk deposito karena kami membutuhkan likuiditas yang tinggi. Sementara untuk saham kami masih kasih porsi kecil-kecil mengingat gejolak pasar yang belum stabil," jelas Direktur Keuangan InHealth Pudjianto pada konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Pudjianto melanjutkan, dari dana investasi tersebut menghasilkan hasil investasi sekitar Rp67,6 miliar. Perolehan hasil investasi tersebut meningkat 86,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Besarnya pendapatan investasi tersebut dikarenakan adanya penambahan modal pada September 2012 sebesar Rp700 miliar. "Produk belum ada yang terkait dengan investasi, makanya hasil investasi banyak berasal dari ekuitas atau modal sendiri," ungkap Pudjianto.
Sampai akhir tahun, Pudjianto menargetkan imbal hasil atau yield investasi bisa mencapai 10 persen. Sementara hingga Agustus 2012, yield investasi sudah mencapai 5 persen.
Sementara sisanya, diinvestasikan dalam bentuk obligasi sekitar Rp422 miliar, Reksadana Rp178 miliar dan saham sebesar Rp24 miliar.
"Memang paling banyak kami investasikan dalam bentuk deposito karena kami membutuhkan likuiditas yang tinggi. Sementara untuk saham kami masih kasih porsi kecil-kecil mengingat gejolak pasar yang belum stabil," jelas Direktur Keuangan InHealth Pudjianto pada konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/9/2012).
Pudjianto melanjutkan, dari dana investasi tersebut menghasilkan hasil investasi sekitar Rp67,6 miliar. Perolehan hasil investasi tersebut meningkat 86,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Besarnya pendapatan investasi tersebut dikarenakan adanya penambahan modal pada September 2012 sebesar Rp700 miliar. "Produk belum ada yang terkait dengan investasi, makanya hasil investasi banyak berasal dari ekuitas atau modal sendiri," ungkap Pudjianto.
Sampai akhir tahun, Pudjianto menargetkan imbal hasil atau yield investasi bisa mencapai 10 persen. Sementara hingga Agustus 2012, yield investasi sudah mencapai 5 persen.
(gpr)
Lihat Juga :