Indonesia kebanjiran beras pakan ternak babi

Rabu, 12 September 2012 - 14:35 WIB
Indonesia kebanjiran...
Indonesia kebanjiran beras pakan ternak babi
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya sebanyak 14.000 ton beras berstandar rendah masuk ke Indonesia secara ilegal melalui Singapura dan Malaysia. Beras-beras yang diketahui biasa dijadikan pangan ternak babi tersebut, disinyalir berasal dari Vietnam.

"14.000 ton ya, itu setiap harinya," terang Koordinator Aliasi Rakyat Peduli Ketahanan Pangan (ARPKP), Amin Munawar kepada wartawan di sela-sela aksi yang dilakukan di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Dalam kesempatan itu, Amin menjelaskan beras-beras tersebut masuk ke beberapa daerah di Ujung Barat dan Utara Indonesia melalui negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Sudah menyebar di daerah-daerah Batam, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun dan Riau lewat Malaysia dan Batam. Padahal itu standar kualitasnya terendah nggak layak untuk dikonsumsi manusia. Kalau di negara asalnya sana di Vietnam, biasanya buat pakan babi," sambungnya.

Dalam aksi yang diikuti 100 orang peserta tersebut, Amin menyesalkan belum ada tindakan tegas dari pemerintah. Pasalnya, lanjut amin, selain merendahkan kedaulatan bangsa, penyelundupan beras ilegal tersebut juga merugikan para petani lokal.

"Pemerintah harus tindak tegas. Tidak sepantasnya negara agraris seperti Indonesia melakukan impor beras. Apalagi berasnya beras ilegal kualitas rendah. Petani juga merasa dirugikan, karena beras mereka (beras selundupan) harganya jauh lebih murah, cuma Rp4.500 per kilo. Biarpun itu beras kualitas rendah, kalau nggak ada tindakan dari pemerintah, ya sudah pasti petani lokal dirugikan," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved