Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Rabu, 28 Februari 2024 - 16:27 WIB
loading...
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, menerangkan, salah satu penyebab utama yang dapat mendorong harga beras ke angka Rp30 ribu per kilo adalah kebijakan penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bansos. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, masyarakat Indonesia dihadapkan pada lonjakan harga beras yang bisa mencapai hingga Rp30 ribu per kilo. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat MPP mengatakan, peringatan ini bukan tanpa alasan.
Melainkan didasarkan pada serangkaian faktor dan kebijakan yang jika tidak segera ditangani, dapat memperburuk kondisi ketersediaan dan aksesibilitas beras bagi masyarakat luas. Baca Juga: Catat! BLT Rp600 Ribu Cair Awal Maret 2024, Bansos Beras di Bulan Juni
"Salah satu penyebab utama yang dapat mendorong harga beras ke angka tersebut adalah kebijakan penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan sosial menjelang pemilu 2024," terang Achmad Nur Hidayat, Rabu (28/2/2024).
Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2022, yang mengalihkan tanggung jawab penyaluran bantuan pangan beras dari Kementerian Sosial kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog, telah menciptakan ambiguitas dalam peran Badan Pangan Nasional.
"Alih-alih memastikan ketersediaan stok beras , badan ini kini juga bertugas sebagai penyalur bantuan sosial. Akibat kebijakan tersebut, stok beras yang seharusnya aman dan mencukupi menjelang bulan puasa dan Lebaran kini berisiko menipis drastis," jelasnya.
Baca Juga: Harga Beras Ugal-ugalan, Bulog Sebut Impor Beras RI Diserobot Eropa
Pada awal Januari, Bulog melaporkan memiliki stok beras sebanyak 1,4 juta ton. Namun, angka tersebut terkikis cepat akibat penyaluran bantuan sosial yang membutuhkan sekitar 660 ribu kg beras pada setiap tahapnya. Dengan kebutuhan yang besar dan stok yang berkurang, harga beras di pasaran terancam melonjak.
Melainkan didasarkan pada serangkaian faktor dan kebijakan yang jika tidak segera ditangani, dapat memperburuk kondisi ketersediaan dan aksesibilitas beras bagi masyarakat luas. Baca Juga: Catat! BLT Rp600 Ribu Cair Awal Maret 2024, Bansos Beras di Bulan Juni
"Salah satu penyebab utama yang dapat mendorong harga beras ke angka tersebut adalah kebijakan penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan sosial menjelang pemilu 2024," terang Achmad Nur Hidayat, Rabu (28/2/2024).
Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2022, yang mengalihkan tanggung jawab penyaluran bantuan pangan beras dari Kementerian Sosial kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog, telah menciptakan ambiguitas dalam peran Badan Pangan Nasional.
"Alih-alih memastikan ketersediaan stok beras , badan ini kini juga bertugas sebagai penyalur bantuan sosial. Akibat kebijakan tersebut, stok beras yang seharusnya aman dan mencukupi menjelang bulan puasa dan Lebaran kini berisiko menipis drastis," jelasnya.
Baca Juga: Harga Beras Ugal-ugalan, Bulog Sebut Impor Beras RI Diserobot Eropa
Pada awal Januari, Bulog melaporkan memiliki stok beras sebanyak 1,4 juta ton. Namun, angka tersebut terkikis cepat akibat penyaluran bantuan sosial yang membutuhkan sekitar 660 ribu kg beras pada setiap tahapnya. Dengan kebutuhan yang besar dan stok yang berkurang, harga beras di pasaran terancam melonjak.
Lihat Juga :