Triwulan II/2012, Newmont hanya setor Rp689 M
Rabu, 12 September 2012 - 19:30 WIB
Triwulan II/2012, Newmont hanya setor Rp689 M
A
A
A
Sindonews.com - Setoran PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke pemerintah Indonesia pada triwulan II/2012 mencatat penurunan. Setoran yang berupa pajak, non-pajak dan royalti tersebut hanya sebesar Rp689 miliar. Penurunan terjadi hingga Rp2,6 triliun jika dibandingkan dengan triwulan II/2011 yang mencapai Rp3,2 triliun.
"Ini terkait semua kewajiban keuangan kepada pemerintah RI berupa pajak, non-pajak dan royalti triwulan II/2012 sesuai dengan ketentuan Kontrak Karya," terang General Manager CSR dan Hubungan Pemerintah PTNNT, Rachmat Makkasau dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/9/2012).
Pembayaran terbesar pada triwulan ini adalah Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) sebesar Rp545 miliar, disusul Pajak Penghasilan Perorangan (PPh 21) sebesar Rp68,5 miliar, dan pajak penghasilan lainnya sebesar Rp16,3 miliar. Sementara pembayaran royalti produksi sebesar Rp10,3 miliar.
Menurutnya, penurunan disebabkan oleh menurunnya pembayaran Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) seiring dengan berkurangnya pendapatan perusahaan di tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011.
"Tahun 2012 dan tahun 2013 menjadi tahun yang sangat menantang bagi PTNNT dimana pengolahan hanya memroses bijih stockpile dan penambangan batu buangan, PTNNT akan kembali menambang bijih (ore) di tahun 2014," pungkasnya.
"Ini terkait semua kewajiban keuangan kepada pemerintah RI berupa pajak, non-pajak dan royalti triwulan II/2012 sesuai dengan ketentuan Kontrak Karya," terang General Manager CSR dan Hubungan Pemerintah PTNNT, Rachmat Makkasau dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/9/2012).
Pembayaran terbesar pada triwulan ini adalah Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) sebesar Rp545 miliar, disusul Pajak Penghasilan Perorangan (PPh 21) sebesar Rp68,5 miliar, dan pajak penghasilan lainnya sebesar Rp16,3 miliar. Sementara pembayaran royalti produksi sebesar Rp10,3 miliar.
Menurutnya, penurunan disebabkan oleh menurunnya pembayaran Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) seiring dengan berkurangnya pendapatan perusahaan di tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011.
"Tahun 2012 dan tahun 2013 menjadi tahun yang sangat menantang bagi PTNNT dimana pengolahan hanya memroses bijih stockpile dan penambangan batu buangan, PTNNT akan kembali menambang bijih (ore) di tahun 2014," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :