Menhut minta lahan Hutan Pinjam Pakai dikembalikan bagus
Kamis, 13 September 2012 - 09:00 WIB
Menhut minta lahan Hutan Pinjam Pakai dikembalikan bagus
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, meminta agar lahan hutan yang dipinjam pakai untuk kegiatan tambang PT Semen Gresik di Tuban saat masanya habis dan dikembalikan harus dalam kondisi bagus.
“Saat pinjam pakai itu selesai dan dikembalikan, kondisi lahan hutan itu harus bagus,” ujar Zulkifli Hasan, saat berada di lokasi pabrik PT Semen Gresik di Tuban, Rabu (12/9/2012).
PT Semen Gresik di Tuban saat ini meminjam pakai lahan hutan milik Perhutani seluas 450 hektare. Tetapi, pinjam pakai lahan hutan itu juga harus ada syaratnya yakni pihak PT Semen Gresik harus menyediakan lahan pengganti seluas 900 hektare. Kemudian, pada saat masa pinjam pakai itu habis lahan hutan yang dipinjam seluas 450 hektare itu dikembalikan. Sehingga, total lahan hutan yang nanti dikembalikan pada Perhutani seluas 1.350 hektare.
Menhut menegaskan, lahan hutan yang dipinjam pakai harus ditanami pohon dan dijaga dengan baik. Kondisi hutan yang baik akan mampu menjaga keseimbangan alam dan menjadi tempat hidup beragam satwa.
Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto, mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian hutan yang dipinjam pakai untuk kegiatan tambang tersebut. “Lahan hutan yang dipinjam pakai itu akan dijaga dan dirawat,” ujarnya.
PT Semen Gresik, kata dia, juga terus melakukan penanaman pohon di turus jalan dan pesisir pantai Tuban. Selama 2010-2012 sedikitnya sudah ada 600 ribu pohon yang ditanam. “Dalam menjalankan usaha, PT Semen Gresik bersandar pada tiga pilar yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial,” tegasnya.
Sementara itu menurut Sekda Pemkab Tuban, Heri Sisworo, mengatakan, lahan hutan negara di Tuban seluas 54.638 hektare. Sedangkan, lahan hutan rakyat seluas 17.345 hektare. “Luas lahan hutan kritis di wilayah Tuban saat ini masih sekitar 31 ribu hektare,” ujarnya.
“Saat pinjam pakai itu selesai dan dikembalikan, kondisi lahan hutan itu harus bagus,” ujar Zulkifli Hasan, saat berada di lokasi pabrik PT Semen Gresik di Tuban, Rabu (12/9/2012).
PT Semen Gresik di Tuban saat ini meminjam pakai lahan hutan milik Perhutani seluas 450 hektare. Tetapi, pinjam pakai lahan hutan itu juga harus ada syaratnya yakni pihak PT Semen Gresik harus menyediakan lahan pengganti seluas 900 hektare. Kemudian, pada saat masa pinjam pakai itu habis lahan hutan yang dipinjam seluas 450 hektare itu dikembalikan. Sehingga, total lahan hutan yang nanti dikembalikan pada Perhutani seluas 1.350 hektare.
Menhut menegaskan, lahan hutan yang dipinjam pakai harus ditanami pohon dan dijaga dengan baik. Kondisi hutan yang baik akan mampu menjaga keseimbangan alam dan menjadi tempat hidup beragam satwa.
Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto, mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian hutan yang dipinjam pakai untuk kegiatan tambang tersebut. “Lahan hutan yang dipinjam pakai itu akan dijaga dan dirawat,” ujarnya.
PT Semen Gresik, kata dia, juga terus melakukan penanaman pohon di turus jalan dan pesisir pantai Tuban. Selama 2010-2012 sedikitnya sudah ada 600 ribu pohon yang ditanam. “Dalam menjalankan usaha, PT Semen Gresik bersandar pada tiga pilar yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial,” tegasnya.
Sementara itu menurut Sekda Pemkab Tuban, Heri Sisworo, mengatakan, lahan hutan negara di Tuban seluas 54.638 hektare. Sedangkan, lahan hutan rakyat seluas 17.345 hektare. “Luas lahan hutan kritis di wilayah Tuban saat ini masih sekitar 31 ribu hektare,” ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :