Stok Premium tinggal 17 hari lagi
Minggu, 16 September 2012 - 18:36 WIB
Stok Premium tinggal 17 hari lagi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi aman hingga bulan depan. Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengaku telah mengkonversi kuota minyak tanah ke premium.
Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, sebanyak 4.500 kiloliter minyak tanah dikonversi ke premium. Jumlah ini diambil dari kuota minyak tanah yang masih di kisaran 1,7 juta kiloliter hingga Desember 2012. ”Kita juga masih punya stok minyak tanah yang bisa dikonversi lagi,” ujarnya diJakarta kemarin.
Djoko menuturkan, sebanyak 4.500 kiloliter minyak tanah yang dikonversi ke premium diperkirakan cukup untuk konsumsi selama 80 hari, sambil menunggu persetujuan DPR atas rencana pemerintah menambah 4 juta kiloliter premium. Konversi, kata dia, menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menyiasati kemungkinan habisnya BBM bersubsidi pada Oktober nanti.
Kendati memastikan stok aman, Djoko tetap mengimbau agar masyarakat melakukan upaya penghematan BBM. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan BBM nonsubsidi yang memiliki persediaan cukup. Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, pihaknya lebih setuju dengan rencana penambahan stok premium ketimbang menaikkan harga BBM.
Namun, dia menekankan agar penetapan jumlah tambahan premium 4 juta kiloliter yang diajukan pemerintah dilakukan melalui proses penghitungan yang matang, mulai tingkat provinsi sampai ke tingkat kecamatan. ”Penghitungan harus dipaparkan secara detail per daerah dan wilayah, bukan hanya provinsi, karena SPBU kita ada hingga kecamatan. Ini tantangan bagi BPH Migas,” kata Dewi.
Dalam APBN Perubahan 2012, volume BBM bersubsidi ditetapkan hanya 40 juta kiloliter. Jumlah itu jauh dari tahun lalu yang mencapai 41,7 juta kiloliter. ”Masalah ini terjadi akibat kesalahan pemerintah yang tidak cermat menghitung kebutuhan BBM masyarakat sehingga BBM bersubsidi terancam habis pada Oktober mendatang,”tegasnya.
Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomo Hadi mengatakan, permasalahan tersebut terjadi tidak terlepas dari banyaknya jumlah mobil mewah yang ikut menggunakan BBM bersubsidi.
Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan SPBU untuk mengurangi bocornya kuota BBM.”Kami juga akan menyosialisasikan kepada operator SPBU agar bisa membedakan mana mobil mewah dan mana yang bukan,”kata Eri.
Sementara itu, PT Pertamina (persero) tetap akan salurkan premium, khususnya untuk DKI Jakarta yang diketahui telah habis kuotanya. VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir menegaskan bahwa kendati kuota BBM PSO semakin menipis, stok BBM secara nasional masih dipertahankan di level aman, yaitu sekitar 17 hari untuk Premium dan 21 hari untuk Solar. (mai)
Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, sebanyak 4.500 kiloliter minyak tanah dikonversi ke premium. Jumlah ini diambil dari kuota minyak tanah yang masih di kisaran 1,7 juta kiloliter hingga Desember 2012. ”Kita juga masih punya stok minyak tanah yang bisa dikonversi lagi,” ujarnya diJakarta kemarin.
Djoko menuturkan, sebanyak 4.500 kiloliter minyak tanah yang dikonversi ke premium diperkirakan cukup untuk konsumsi selama 80 hari, sambil menunggu persetujuan DPR atas rencana pemerintah menambah 4 juta kiloliter premium. Konversi, kata dia, menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menyiasati kemungkinan habisnya BBM bersubsidi pada Oktober nanti.
Kendati memastikan stok aman, Djoko tetap mengimbau agar masyarakat melakukan upaya penghematan BBM. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan BBM nonsubsidi yang memiliki persediaan cukup. Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, pihaknya lebih setuju dengan rencana penambahan stok premium ketimbang menaikkan harga BBM.
Namun, dia menekankan agar penetapan jumlah tambahan premium 4 juta kiloliter yang diajukan pemerintah dilakukan melalui proses penghitungan yang matang, mulai tingkat provinsi sampai ke tingkat kecamatan. ”Penghitungan harus dipaparkan secara detail per daerah dan wilayah, bukan hanya provinsi, karena SPBU kita ada hingga kecamatan. Ini tantangan bagi BPH Migas,” kata Dewi.
Dalam APBN Perubahan 2012, volume BBM bersubsidi ditetapkan hanya 40 juta kiloliter. Jumlah itu jauh dari tahun lalu yang mencapai 41,7 juta kiloliter. ”Masalah ini terjadi akibat kesalahan pemerintah yang tidak cermat menghitung kebutuhan BBM masyarakat sehingga BBM bersubsidi terancam habis pada Oktober mendatang,”tegasnya.
Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomo Hadi mengatakan, permasalahan tersebut terjadi tidak terlepas dari banyaknya jumlah mobil mewah yang ikut menggunakan BBM bersubsidi.
Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan SPBU untuk mengurangi bocornya kuota BBM.”Kami juga akan menyosialisasikan kepada operator SPBU agar bisa membedakan mana mobil mewah dan mana yang bukan,”kata Eri.
Sementara itu, PT Pertamina (persero) tetap akan salurkan premium, khususnya untuk DKI Jakarta yang diketahui telah habis kuotanya. VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir menegaskan bahwa kendati kuota BBM PSO semakin menipis, stok BBM secara nasional masih dipertahankan di level aman, yaitu sekitar 17 hari untuk Premium dan 21 hari untuk Solar. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :