Hilirisasi Minerba tak ada kemajuan

Senin, 17 September 2012 - 17:08 WIB
Hilirisasi Minerba tak...
Hilirisasi Minerba tak ada kemajuan
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Natsir Mansyur menyebut Indonesia masih ketinggalan di bidang industri bahan baku. Rencana pemerintah membentuk program hilirisasi minerba juga dinilainya tidak mengalami kemajuan.

"Indonesia ketinggalan di industri di bahan baku dan baru akan dibentuk program hilirisasi minerba, tapi itu lelet juga," kata Natsir disela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (17/9/2012).

Menurutnya, pembahasan hilirisasi minerba masih ditambah dengan tidak sejalannya kebijakan antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait pelarangan ekspor bahan baku mineral. Hal ini juga ditambah dengan lamanya proses soal peraturan dan izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Proses hilirisasi ini tidak ketemu titik antara Kemenperin dan Kemendag. Peraturan dan izinnya di ESDM lama. Kalau Indonesia itu dalam hal bahan baku pasti ketinggalan makanya impornya banyak," tambah dia.

Natsir menyebut, izin-izin di Kementerian ESDM seperti izin ekspor, Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan IUP Khusus soal minerba seharusnya direspon secara cepat.

"Industri besi baja perlu digenjot, tapi jangan besi baja tapi langsung misalnya ketentuannya sekarang mengharuskan 99 persen harus produk baja,langsung, tapi disiasasti dengan produk olahan setengah jadi dari iron or ke pic iron, itu sudah menghasilkan uang," jelasnya.

Kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah biji mineral yang diatur dalam Permen ESDM No 7 Tahun 2012 sempat diprotes pengusaha termasuk Kadin. Namun, pemerintah akhirnya memberikan beberapa persyaratan agar pengusaha tetap bisa melaksanakan ekspor bahan mentah mineral.

"Kalau memang serius untuk pelarangan ekspor bahan baku mineral agar melindungi produk dalam negeri, pemerintah perlu pro aktif, ajak ngomong langsung pengusaha-pengusahanya biar jelas," tandasnya. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved