PLN teken PPA dengan PT Huadian Bukit Asam Power
Senin, 17 September 2012 - 17:50 WIB
PLN teken PPA dengan PT Huadian Bukit Asam Power
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (persero) menandatangani perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau (Power Purchase Agreement/PPA) dengan pihak PT Huadian Bukit Asam Power untuk pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x600 MW di Muara Enim, Sumatera Selatan. PT Huadian Bukit Asam Power merupakan perusahaan patungan milik China Huadian dan PT Bukit Asam Tbk.
"Kerja sama jual beli tenaga listrik yang ditandatangani ini memiliki jangka waktu 25 tahun," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/9/2012).
Unit 1 direncanakan akan beroperasi secara komersil (Commercial Operation Date / COD) pada Maret 2017 dan beroperasi penuh (Unit 1 & 2) pada Juni 2017. Pembangkit tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 8.695,53 GWh per tahun.
"Dengan kehadiran PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 ini nantinya diharapkan akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera," tambahnya.
PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini merupakan proyek pertama yang tanpa Jaminan Pemerintah dengan nilai Investasi (Project Cost) sebesar USD1,59 miliar dengan 75 persen porsi akan didanai oleh China Development Bank dengan tenor masa pinjaman hingga 10 tahun.
"Inilah pertama kali perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik 2x600 MW tanpa jaminan dari pemerintah dan ini menandakan bahwa Republik Indonesia dan PT PLN (Persero) sudah dipercaya oleh patner kelistrikkan dari luar negeri," jelas Nur.
PLTU Mulut Tambang ini juga akan memanfaatkan batubara yang ada di lokasi tambang batubara milik PT Bukit Asam di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kebutuhan 6 juta ton batubara per tahun atau 150 juta ton. PLTU Sumsel-8 menggunakan teknologi subcritical pada boilernya sehingga akan lebih ramah lingkungan.
Sebagai informasi, Penandatanganan PPA PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Bukit Asam Muawarman, dan Direktur Utama China Huadian Corporation Cheng Nangao di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua-Bali. (mai)
"Kerja sama jual beli tenaga listrik yang ditandatangani ini memiliki jangka waktu 25 tahun," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/9/2012).
Unit 1 direncanakan akan beroperasi secara komersil (Commercial Operation Date / COD) pada Maret 2017 dan beroperasi penuh (Unit 1 & 2) pada Juni 2017. Pembangkit tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 8.695,53 GWh per tahun.
"Dengan kehadiran PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 ini nantinya diharapkan akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera," tambahnya.
PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini merupakan proyek pertama yang tanpa Jaminan Pemerintah dengan nilai Investasi (Project Cost) sebesar USD1,59 miliar dengan 75 persen porsi akan didanai oleh China Development Bank dengan tenor masa pinjaman hingga 10 tahun.
"Inilah pertama kali perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik 2x600 MW tanpa jaminan dari pemerintah dan ini menandakan bahwa Republik Indonesia dan PT PLN (Persero) sudah dipercaya oleh patner kelistrikkan dari luar negeri," jelas Nur.
PLTU Mulut Tambang ini juga akan memanfaatkan batubara yang ada di lokasi tambang batubara milik PT Bukit Asam di Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan kebutuhan 6 juta ton batubara per tahun atau 150 juta ton. PLTU Sumsel-8 menggunakan teknologi subcritical pada boilernya sehingga akan lebih ramah lingkungan.
Sebagai informasi, Penandatanganan PPA PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Bukit Asam Muawarman, dan Direktur Utama China Huadian Corporation Cheng Nangao di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua-Bali. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :