QE3 stimulus arus modal negara berkembang
Selasa, 18 September 2012 - 14:15 WIB
QE3 stimulus arus modal negara berkembang
A
A
A
Sindonews.com - Semarak Quantitave Easing 3 (QE3) turut dirasakan pasar domestik. QE3 pun menjadi ajang menarik bagi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri, QE3 yang dilakukan Amerika Serikat (AS) akan mendorong arus modal pindah ke emerging market (negara berkembang).
"Kami optimistis bahwa dengan adanya QE3 ini, target investasi sebesar Rp300 miliar dapat tercapai di 2012," ungkap Chatib, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Chatib menambahkan, dengan adanya QE3 akan membuat arus modal akan pindah ke emerging market. Dia mencontohkan, ekonomi di India saat ini melambat 5,3 persen, China pun juga mengalami hal yang sama. Sedangkan Indonesia menjadi negara yang masih mengalami kenaikan.
Saat ini target investasi mencapai 30 persen pada semester II-2012. Hal tersebut didukung dengan dari penanaman modal asing (PMA) sekira 30 persen dan penanaman modal dalam negeri sekira 28 persen.
"Selain itu, saat ini ada beberapa investor yang menyatakan minat dengan nilai investasi sekira USD20 miliar dalam pipeline. Namun investasinya belum dapat dipastikan," kata dia.
Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri, QE3 yang dilakukan Amerika Serikat (AS) akan mendorong arus modal pindah ke emerging market (negara berkembang).
"Kami optimistis bahwa dengan adanya QE3 ini, target investasi sebesar Rp300 miliar dapat tercapai di 2012," ungkap Chatib, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Chatib menambahkan, dengan adanya QE3 akan membuat arus modal akan pindah ke emerging market. Dia mencontohkan, ekonomi di India saat ini melambat 5,3 persen, China pun juga mengalami hal yang sama. Sedangkan Indonesia menjadi negara yang masih mengalami kenaikan.
Saat ini target investasi mencapai 30 persen pada semester II-2012. Hal tersebut didukung dengan dari penanaman modal asing (PMA) sekira 30 persen dan penanaman modal dalam negeri sekira 28 persen.
"Selain itu, saat ini ada beberapa investor yang menyatakan minat dengan nilai investasi sekira USD20 miliar dalam pipeline. Namun investasinya belum dapat dipastikan," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :