Nasib divestasi Newmont belum jelas
Selasa, 18 September 2012 - 14:48 WIB
Nasib divestasi Newmont belum jelas
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengaku belum ada rencana untuk kelanjutan divestasi tujuh persen PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT). Walapun diketahui batas waktu perjanjian jual beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) akan habis 25 Oktober mendatang.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mahendra Siregar mengatakan, rencana tersebut tetap menjadi komitmen Indonesia, tidak hanya perusahaan yang bersangkutan dan pemerintah.
"Saya belum tahu mengenai batasan waktu itu, kita harap apa yang sudah menjadi komitmen Indonesia dalam hal itu, untuk divestais itu bisa dikawal," kata Mahendra di Hotel Four Season di Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Sebelumnya lembaga riset Katadata menyebutkan saham pemerintah daerah yang tergabung dengan PT. Multi Daerah Bersaing (konsorsium dengan PT. Multicapital - Bakrie Group) sudah dijaminkan ke Credit Suisse AG (Singapura) untuk mendapatkan pinjaman USD360 juta.
Pada laporan keuangannya, Maret 2010 sebesar USD200 juta, April 2010 USD100 juta dan September USD60 juta.
Tetapi, Mahendra tidak dapat berkomentar banyak terkait laporan tersebut. Dia mengaku harus mempelajari secara teknis persoalan tersebut. "Saya gak bisa komentar bagian itu, saya akan liat lagi teknisnya," pungkasnya.(dna)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mahendra Siregar mengatakan, rencana tersebut tetap menjadi komitmen Indonesia, tidak hanya perusahaan yang bersangkutan dan pemerintah.
"Saya belum tahu mengenai batasan waktu itu, kita harap apa yang sudah menjadi komitmen Indonesia dalam hal itu, untuk divestais itu bisa dikawal," kata Mahendra di Hotel Four Season di Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Sebelumnya lembaga riset Katadata menyebutkan saham pemerintah daerah yang tergabung dengan PT. Multi Daerah Bersaing (konsorsium dengan PT. Multicapital - Bakrie Group) sudah dijaminkan ke Credit Suisse AG (Singapura) untuk mendapatkan pinjaman USD360 juta.
Pada laporan keuangannya, Maret 2010 sebesar USD200 juta, April 2010 USD100 juta dan September USD60 juta.
Tetapi, Mahendra tidak dapat berkomentar banyak terkait laporan tersebut. Dia mengaku harus mempelajari secara teknis persoalan tersebut. "Saya gak bisa komentar bagian itu, saya akan liat lagi teknisnya," pungkasnya.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :