2023, pembangunan Kalibaru rampung
Selasa, 18 September 2012 - 15:01 WIB
2023, pembangunan Kalibaru rampung
A
A
A
Sindonews.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menargetkan pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru dan New Tanjung Priok rampung pada 2023.
"Pembangunan terminal ini akan dijadwalkan selesai secara keseluruhan pada 2023," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Oleh karena itu, Pelindo II mengaku mendapat pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masing-masing sebesar Rp500 miliar dengan tenor satu tahun.
Diakuinya, pinjaman tersebut merupakan working capital, karena baru dua minggu lalu baru mendapatkan konsesi proyek Kalibaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Pembangunan Terminal Kalibaru membutuhkan investasi mencapai Rp38,26 triliun atau USD4 miliar yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, sementara USD1,3 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi," ungkapnya.
Sedangkan investasi bagian superstruktur dan peralatan akan berasal dari anak perusahaan Pelindo II, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia sebagai operator terminal Kalibaru.
Adapun sumber dana investasi USD1,3 miliar akan diambil dari equity Pelindo II sebanyak 20 persen, advanced payment calon operator, dan 40 persen sisanya external funds.(dna)
"Pembangunan terminal ini akan dijadwalkan selesai secara keseluruhan pada 2023," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Oleh karena itu, Pelindo II mengaku mendapat pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masing-masing sebesar Rp500 miliar dengan tenor satu tahun.
Diakuinya, pinjaman tersebut merupakan working capital, karena baru dua minggu lalu baru mendapatkan konsesi proyek Kalibaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Pembangunan Terminal Kalibaru membutuhkan investasi mencapai Rp38,26 triliun atau USD4 miliar yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, sementara USD1,3 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi," ungkapnya.
Sedangkan investasi bagian superstruktur dan peralatan akan berasal dari anak perusahaan Pelindo II, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia sebagai operator terminal Kalibaru.
Adapun sumber dana investasi USD1,3 miliar akan diambil dari equity Pelindo II sebanyak 20 persen, advanced payment calon operator, dan 40 persen sisanya external funds.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :