Investor China minat bangun smelter di Sulsel
Jum'at, 21 September 2012 - 16:44 WIB
Investor China minat bangun smelter di Sulsel
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu investor asal China mengaku tertarik membangun industri nikel (smelter) di Kabupaten Bantaeng.
Project Manager dan Geologist PT Macrolink Mineral Resources Meng Fangang hari ini menemui Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah sekaligus melakukan peninjauan lokasi.
Macrolink Group merupakan perusahaan kedua yang berminat membangun industri pengolahan nikel setelah PT Arga Morini Indah sebuah perusahaan patungan Indonesia–China yang kini sudah dalam tahap pembebasan lahan.
Menurut Bupati Bantaeng, Bupati HM Nurdin Abdullah, pihaknya akan menjamin perizinan tanpa biaya dan selesai dalam sehari. Demikian pula soal keamanan menjadi tanggungjawab Pemkab.
”Kami juga mempersilakan pihak perusahaan untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar bila diperlukan tetapi untuk pekerjaan lainnya diharapkan industri yang bahan bakunya akan didatangkan dari Sulawesi Tenggara ini bisa lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal (Bantaeng),” jelas Nurdin, Jumat (21/9/2012).
Menyinggung soal ketersediaan listrik, dia menyebut, pemkab telah menjalin kerjasama PLN untuk suplai listrik 120 megawatt (mw). Adapun untuk ketersediaan air untuk industri, Bantaeng memiliki kapasitas air yang cukup tersedia. Pasalnya, saat ini Pemkab tengah membangun proyek pembangunan pipanisasi dari Bendung Batu Massong yang juga akan mengaliri ribuan hektare areal persawahan tadah hujan di Kecamatan Pa’jukukang dan Gantarangkeke.
Sementara, Meng Fangang mengaku sangat tertarik dan memutuskan investasinya berlabuh di Bantaeng.
"Sebenarnya ada beberapa daerah yang akan di survei untuk kelayakan industri tetapi setelah melihat potensi kami memutuskan membangun di Bantaeng saja," ujar dia.
Pihaknya berharap, dalam waktu dekat, Direktur Utama PT Macrolink Group dari China melakukan penandatanganan naskah kerjasama dengan Pemkab Bantaeng.
Smelter itu akan dibangun untuk mengolah bahan nikel dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahan utama nikel ini akan didatangkan melalui laut.
Rencananya, smelter ini dibangun di sekitar kawasan industri Bantaeng, di Kecamatan Pa'jukukang. Karena itu, Pemkab Bantaeng juga berencana membangun pelabuhan khusus untuk memudahkan distribusi material tambang ini.
Project Manager dan Geologist PT Macrolink Mineral Resources Meng Fangang hari ini menemui Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah sekaligus melakukan peninjauan lokasi.
Macrolink Group merupakan perusahaan kedua yang berminat membangun industri pengolahan nikel setelah PT Arga Morini Indah sebuah perusahaan patungan Indonesia–China yang kini sudah dalam tahap pembebasan lahan.
Menurut Bupati Bantaeng, Bupati HM Nurdin Abdullah, pihaknya akan menjamin perizinan tanpa biaya dan selesai dalam sehari. Demikian pula soal keamanan menjadi tanggungjawab Pemkab.
”Kami juga mempersilakan pihak perusahaan untuk mendatangkan tenaga ahli dari luar bila diperlukan tetapi untuk pekerjaan lainnya diharapkan industri yang bahan bakunya akan didatangkan dari Sulawesi Tenggara ini bisa lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal (Bantaeng),” jelas Nurdin, Jumat (21/9/2012).
Menyinggung soal ketersediaan listrik, dia menyebut, pemkab telah menjalin kerjasama PLN untuk suplai listrik 120 megawatt (mw). Adapun untuk ketersediaan air untuk industri, Bantaeng memiliki kapasitas air yang cukup tersedia. Pasalnya, saat ini Pemkab tengah membangun proyek pembangunan pipanisasi dari Bendung Batu Massong yang juga akan mengaliri ribuan hektare areal persawahan tadah hujan di Kecamatan Pa’jukukang dan Gantarangkeke.
Sementara, Meng Fangang mengaku sangat tertarik dan memutuskan investasinya berlabuh di Bantaeng.
"Sebenarnya ada beberapa daerah yang akan di survei untuk kelayakan industri tetapi setelah melihat potensi kami memutuskan membangun di Bantaeng saja," ujar dia.
Pihaknya berharap, dalam waktu dekat, Direktur Utama PT Macrolink Group dari China melakukan penandatanganan naskah kerjasama dengan Pemkab Bantaeng.
Smelter itu akan dibangun untuk mengolah bahan nikel dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahan utama nikel ini akan didatangkan melalui laut.
Rencananya, smelter ini dibangun di sekitar kawasan industri Bantaeng, di Kecamatan Pa'jukukang. Karena itu, Pemkab Bantaeng juga berencana membangun pelabuhan khusus untuk memudahkan distribusi material tambang ini.
(gpr)
Lihat Juga :