Inflasi DIY diperkirakan di bawah inflasi Agustus
Senin, 24 September 2012 - 15:08 WIB
Inflasi DIY diperkirakan di bawah inflasi Agustus
A
A
A
Sindonews.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Yogyakarta, memprediksi nilai inflasi DIY pada September lebih rendah dibanding Agustus lalu 0,42 persen. Pasca-Lebaran, semua barang kebutuhan harganya stabil dan terus menurun.
Ketua tim Teknis TPID, Djoko Raharto, optimistis inflasi di September akan berada di bawah 0,5 persen, bahkan akan lebih rendah. Jika pada Agutus lalu, nilai inflasi 0,42, TPID memprediksikan akan turun antara 0,0 persen sampai dengan 0,3 persen.
"Kita perkirakan inflasi September akan lebih rendah dari Agustus," jelas Djoko, di Yogyakarta, Senin (24/9/2012).
Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi rendahnya nilai inflasi di DIY. Di antaranya, pasca Lebaran permintaan barang kembali normal. Sedangkan dari sisi produksi dan distribusi pasokan cukup baik. Ini juga tidak lepas dari membaiknya rata-rata nilai tukar.
"Ekspektasi masyarakat membaik. Mereka yakin pasca Lebaran harga secara umum akan turun dan normal,” jelas Djoko.
Humas Bank Indonesia (BI) Fadhil Nugroho, menambahkan secara umum harga barang-barang di pasar tradisional stabil dan cenderung menurun. Pada kelompok volatile food (bahan makanan) sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga, seperti daging ayam ras, daging ayam kampung, telur, minyak goreng, gula pasir, buah-buahan (kecuali jeruk).
"Selain jeruk, daging sapi dan kubis juga naik, tetapi masih normal,” tutur Fadhil.
Ketua tim Teknis TPID, Djoko Raharto, optimistis inflasi di September akan berada di bawah 0,5 persen, bahkan akan lebih rendah. Jika pada Agutus lalu, nilai inflasi 0,42, TPID memprediksikan akan turun antara 0,0 persen sampai dengan 0,3 persen.
"Kita perkirakan inflasi September akan lebih rendah dari Agustus," jelas Djoko, di Yogyakarta, Senin (24/9/2012).
Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi rendahnya nilai inflasi di DIY. Di antaranya, pasca Lebaran permintaan barang kembali normal. Sedangkan dari sisi produksi dan distribusi pasokan cukup baik. Ini juga tidak lepas dari membaiknya rata-rata nilai tukar.
"Ekspektasi masyarakat membaik. Mereka yakin pasca Lebaran harga secara umum akan turun dan normal,” jelas Djoko.
Humas Bank Indonesia (BI) Fadhil Nugroho, menambahkan secara umum harga barang-barang di pasar tradisional stabil dan cenderung menurun. Pada kelompok volatile food (bahan makanan) sebagian besar komoditas mengalami penurunan harga, seperti daging ayam ras, daging ayam kampung, telur, minyak goreng, gula pasir, buah-buahan (kecuali jeruk).
"Selain jeruk, daging sapi dan kubis juga naik, tetapi masih normal,” tutur Fadhil.
(gpr)
Lihat Juga :