Industri kreatif di Yogyakarta terus tumbuh
Senin, 24 September 2012 - 15:18 WIB
Industri kreatif di Yogyakarta terus tumbuh
A
A
A
Sindonews.com - Industri kreatif di Yogyakarta tumbuh subur. Kendati masih dalam skala mikro dan kecil, namun mampu membuka lapangan pekerjaan dengan prospek usaha yang cukup menjanjikan.
Kabid Industri Logam, Sandang dan Aneka Disperindagkop DIY Polin Napitupulu, mengatakan sektor industri di Yogyakarta masih didominasi sektor teksil, batik, kerajinan kayu dan lurik. Tercatat saat ini ada sekitar 80.000 industri, dan sekitar 0,25 merupakan industri kreatif. “Jumlahnya masih kecil, tetapi sellau tumbuh dan mampu menyerap lapangan pekerjaan,” jelas Polin.
Pameran yang dilaksanakan sampai dengan Rabu 26 September 2012 besok, diikuti sejumlah pelaku industri kreatif. Kebanyakan bergerak di bidang fashion dengan memamerkan aneka produk. Bahkan kain lurik, juga mampu diinovasi menjadi pakaian untuk pesta.
Menurutnya, untuk mengembangkan sektor ini butuh dukungan dari semua pihak. Sebab jika hanya mengandalkan dari para pelaku, pertumbuhan kurang signifikan. Butuh dukungan dari akademisi, pelaku bisnis, pemerintah dan pelaku usaha. “Ada sekitar 15 industri yang sudah mulai merambah pasar mancanegara dan domestik,” tuturnya.
Sekretaris Disperindakop dan ESDM, Maria Supriyanti mengatakan dinas sudah banyak melakukan upaya pendampingan. Bahkan sudah kerap dilaksanakan lomba untuk memotivasi para pelaku dan penghargaan. “Ekonomi kreatif ini mampu mengikuti perkembangan jaman, jadi mereka ini harus didorong agar tetap eksis,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Komisi B DPRD DIY Gatot Setyo Susilo mengatakan keberadaan industri kreatif ini akan menjadi salah satu daya dukung pariwisata. “Tentu ini akan menambah keberagaman dan daya tarik wisata di Yogyakarta,” jelasnya.
Kabid Industri Logam, Sandang dan Aneka Disperindagkop DIY Polin Napitupulu, mengatakan sektor industri di Yogyakarta masih didominasi sektor teksil, batik, kerajinan kayu dan lurik. Tercatat saat ini ada sekitar 80.000 industri, dan sekitar 0,25 merupakan industri kreatif. “Jumlahnya masih kecil, tetapi sellau tumbuh dan mampu menyerap lapangan pekerjaan,” jelas Polin.
Pameran yang dilaksanakan sampai dengan Rabu 26 September 2012 besok, diikuti sejumlah pelaku industri kreatif. Kebanyakan bergerak di bidang fashion dengan memamerkan aneka produk. Bahkan kain lurik, juga mampu diinovasi menjadi pakaian untuk pesta.
Menurutnya, untuk mengembangkan sektor ini butuh dukungan dari semua pihak. Sebab jika hanya mengandalkan dari para pelaku, pertumbuhan kurang signifikan. Butuh dukungan dari akademisi, pelaku bisnis, pemerintah dan pelaku usaha. “Ada sekitar 15 industri yang sudah mulai merambah pasar mancanegara dan domestik,” tuturnya.
Sekretaris Disperindakop dan ESDM, Maria Supriyanti mengatakan dinas sudah banyak melakukan upaya pendampingan. Bahkan sudah kerap dilaksanakan lomba untuk memotivasi para pelaku dan penghargaan. “Ekonomi kreatif ini mampu mengikuti perkembangan jaman, jadi mereka ini harus didorong agar tetap eksis,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Komisi B DPRD DIY Gatot Setyo Susilo mengatakan keberadaan industri kreatif ini akan menjadi salah satu daya dukung pariwisata. “Tentu ini akan menambah keberagaman dan daya tarik wisata di Yogyakarta,” jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :