Waskita gelar mini expose IPO pekan ini
Selasa, 25 September 2012 - 19:59 WIB
Waskita gelar mini expose IPO pekan ini
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya akan melakukan paparan singkat (mini expose) penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada pekan ini, Jumat 28 September 2012.
Direktur Utama PT Waskita Karya, M Choliq mengatakan perseroan akan memaparkan prospektus singkat IPO kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). "Kami di antaranya akan memaparkan berapa persen saham yang akan dilepas dan penggunaan dana IPO," kata dia di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Untuk melaksanakan IPO, perseroan telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas pelat merah, yakni PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana (underwriter) IPO.
Adapun Peraturan Pemerintah (PP) perubahan status perseroan diperkirakan baru terbit pada awal bulan depan atau Oktober 2012. Setelah PP diperoleh, perseroan akan menyerahkan dokumen IPO perseroan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sehingga masa penawaran (bookbuilding) baru bisa dilakukan November 2012.
Sementara perseroan akan melakukan roadshow ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
Untuk pencatatan saham (listing) di Bursa, dia menargetkan bisa dilakukan pada Desember 2012. Perseroan menargetkan akan melepas sekitar 35 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan target dana sekitar Rp900 miliar-1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan permodalan usaha perseroan.
Direktur Utama PT Waskita Karya, M Choliq mengatakan perseroan akan memaparkan prospektus singkat IPO kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). "Kami di antaranya akan memaparkan berapa persen saham yang akan dilepas dan penggunaan dana IPO," kata dia di Jakarta, Selasa (25/9/2012).
Untuk melaksanakan IPO, perseroan telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas pelat merah, yakni PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana (underwriter) IPO.
Adapun Peraturan Pemerintah (PP) perubahan status perseroan diperkirakan baru terbit pada awal bulan depan atau Oktober 2012. Setelah PP diperoleh, perseroan akan menyerahkan dokumen IPO perseroan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sehingga masa penawaran (bookbuilding) baru bisa dilakukan November 2012.
Sementara perseroan akan melakukan roadshow ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
Untuk pencatatan saham (listing) di Bursa, dia menargetkan bisa dilakukan pada Desember 2012. Perseroan menargetkan akan melepas sekitar 35 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan target dana sekitar Rp900 miliar-1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan permodalan usaha perseroan.
(gpr)
Lihat Juga :