Hari ini Rupiah terpuruk ke level Rp9.600/USD
Rabu, 26 September 2012 - 18:45 WIB
Hari ini Rupiah terpuruk ke level Rp9.600/USD
A
A
A
Sindonews.com - Tak ubahnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rupiah juga ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah bergerak melemah menembus level Rp9.600 per USD. Rupiah tampaknya tertekan banyak sentimen negatif hari ini.
"Pada hari Rabu, di market rupiah ditutup melemah dan ditutup menembus level 9.600/9.610 tetapi jika mengikuti kurs BI USD/IDR ditutup stagnan di level 9.580/9.585 USD," terang pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo dalam keterangan yang diterima Sindonews, Rabu (26/9/2012).
Adapun kondisi ini dipengaruhi kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap krisis di Eropa yang masih membayangi. "Krisis di Eropa yang masih berjalan membuat pelaku pasar untuk masuk ke aset berisiko, pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan memegang dolar AS yang dianggap sebagai safe haven currency," sambungnya.
Selain itu, lanjut Rahadyo, melemahnya rupiah ini terjadi seiring negatifnya Non Deliverable Forward (NDF) satu bulan yang dibuka di level Rp9.624-Rp9.636. Meningkatnya NDF di pasar offshore turut mengeskalasi dolar pada hari ini.
Permintaan dolar oleh importir menjelang akhir bulan diproyeksikan turut menekan pergerakan rupiah. Rilis data US Home Price dan US Consumer Confidence semalam yang lebih baik dari ekspektasi diperkirakan turut mengapresiasi dolar.
"Pada hari Rabu, di market rupiah ditutup melemah dan ditutup menembus level 9.600/9.610 tetapi jika mengikuti kurs BI USD/IDR ditutup stagnan di level 9.580/9.585 USD," terang pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo dalam keterangan yang diterima Sindonews, Rabu (26/9/2012).
Adapun kondisi ini dipengaruhi kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap krisis di Eropa yang masih membayangi. "Krisis di Eropa yang masih berjalan membuat pelaku pasar untuk masuk ke aset berisiko, pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan memegang dolar AS yang dianggap sebagai safe haven currency," sambungnya.
Selain itu, lanjut Rahadyo, melemahnya rupiah ini terjadi seiring negatifnya Non Deliverable Forward (NDF) satu bulan yang dibuka di level Rp9.624-Rp9.636. Meningkatnya NDF di pasar offshore turut mengeskalasi dolar pada hari ini.
Permintaan dolar oleh importir menjelang akhir bulan diproyeksikan turut menekan pergerakan rupiah. Rilis data US Home Price dan US Consumer Confidence semalam yang lebih baik dari ekspektasi diperkirakan turut mengapresiasi dolar.
(gpr)