IMF hantui pelemahan Rupiah
Kamis, 27 September 2012 - 07:02 WIB
IMF hantui pelemahan Rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Setelah pada perdagangan kemarin Rupiah ditutup melemah, pada perdagangan hari ini Rupiah diproyeksikan kembali melemah ke level 9.580-9.620/USD. IMF disinyalir sebagai biang keladinya.
"Untuk hari Kamis (27/9), nilai tukar rupiah cenderung melemah ke level 9.580–9.620," terang pengamat valas Rahadyo Anggoro Widagdo dalam analsisnya, Kamis (27/92012).
Kondisi ini, kata Rahadyo, dipengaruhi oleh tingginya permintaan dolar AS oleh importir menjelang akhir bulan. "Itu (tingginya permintaan dolar AS) dapat menekan Rupiah," sambungnya.
Dari regional sendiri, lanjutnya, sentiment negatif datang dari pasar yang mencemaskan pemulihan ekonomi global. "Terutama, setelah International Monetary Fund (IMF) memberikan serangkaian peringatan kepada berbagai bank sentral dan pimpinan politik di dunia untuk menjalankan reformasi ekonomi," lugasnya.
Selain itu, tekanan negatif datang dari Kepala IMF, Christine Lagarde yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2013 jadi 3,9 persen dari outlook sebelumnya 4,1 persen. Sementara itu, untuk 2012 masih tetap di level 3,6 persen.
Namun demikian, Rahadyo mengungkapkan, peran BI sangat diperlukan untuk dapat masuk ke pasar valas sehingga pelemahan Rupiah tidak terjadi lebih dalam lagi. "BI diprediksi akan siap masuk ke pasar valas untuk menjaga kestabilan nilai Rupiah," tutupnya.
"Untuk hari Kamis (27/9), nilai tukar rupiah cenderung melemah ke level 9.580–9.620," terang pengamat valas Rahadyo Anggoro Widagdo dalam analsisnya, Kamis (27/92012).
Kondisi ini, kata Rahadyo, dipengaruhi oleh tingginya permintaan dolar AS oleh importir menjelang akhir bulan. "Itu (tingginya permintaan dolar AS) dapat menekan Rupiah," sambungnya.
Dari regional sendiri, lanjutnya, sentiment negatif datang dari pasar yang mencemaskan pemulihan ekonomi global. "Terutama, setelah International Monetary Fund (IMF) memberikan serangkaian peringatan kepada berbagai bank sentral dan pimpinan politik di dunia untuk menjalankan reformasi ekonomi," lugasnya.
Selain itu, tekanan negatif datang dari Kepala IMF, Christine Lagarde yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2013 jadi 3,9 persen dari outlook sebelumnya 4,1 persen. Sementara itu, untuk 2012 masih tetap di level 3,6 persen.
Namun demikian, Rahadyo mengungkapkan, peran BI sangat diperlukan untuk dapat masuk ke pasar valas sehingga pelemahan Rupiah tidak terjadi lebih dalam lagi. "BI diprediksi akan siap masuk ke pasar valas untuk menjaga kestabilan nilai Rupiah," tutupnya.
(akr)