Pemda DIY kesulitan klasifikasi kriteria kemiskinan

Kamis, 27 September 2012 - 17:31 WIB
Pemda DIY kesulitan...
Pemda DIY kesulitan klasifikasi kriteria kemiskinan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kesulitan untuk menentukan kriteria kemiskinan masyarakat. Hal tersebut paling dirasakan untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Aktivitas bertani tanpa memiliki lahan atau bekerja menjadi buruh tani secara prinsip akan memasukan seseorang berkatagori miskin

Gubernur DIY Sri Sultan Habengkubuono X menerangkan, disela-sela aktivitas menjadi buruh tani, banyak yang memiliki aktivitas menjadi buruh bangunan. Sementara kalau buruh bangunan di Yogyakarta rata-rata upah hariannya mencapai Rp30.000.

"Kalau Rp30.000 perhari maka sebulan sudah UMR. Tapi status sebagai buruh bangunan ini tidak disebut yang ada hanya pengakuan sebagai petani, inikan menyulitkan," tandas HB X, Kamis (27/9/2012).

menurutnya, menjadikan data kemiskinan yang dimiliki pemerintah daerah selalu berbeda dengan pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat mendasarkan data dari BPS, maka, data yang muncul akan berbeda dengan data hasil penghimpunan dari kabupaten dan kota.

Berdasarkan data BPS saat ini kemiskinan mencapai 16,08 persen atau sekitar 560 ribu orang. Kemiskinan masih lebih banyak tersebar di pedesaan. Rata-rata kemiskinan di desa sekitar 22,67 persen. Lebih banyak dibandingkan persentase kemiskinan di kota yakni sekitar 14,10 persen.

Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY akan mereview data kemiskinan. Kegiatan yang diagendakan dalam waktu dekat dengan APBD 2012 tersebut untuk menyusun klasifikasi detail kemiskinan yang dialami masyarakat.

Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan, data yang direview bersama BPS merupakan hasil sensus kemiskinan yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. "Hasil review dijadikan sebagai dasar untuk intervensi kemiskinan dengan kegiatan di setiap SKPD pada 2013 mendatang," jelasnya.

Salah satu hasil review yang diharapkan muncul adalah data kependudukan perkecamatan yang mencakup data warga miskin dengan pekerjaan yang dilakukan. Jenis pekerjaan yang dimiliki tersebut akan menjadi dasar kebijakan intervensi yang melibatkan instansi kedinasan secara langsung.

Bagi masyarakat miskin yang bekerja di pertanian, maka intervensi akan dilakukan oleh Dinas Pertanian. Bila orang miskin di bidang ekonomi kreatif, bakal ditangani oleh Disperindagkop. “Kalau bukan tani, tapi di suruh tani ya belum tentu berhasil,” ujar alumnus UGM tersebut.

Model penanganan yang dilakukan tersebut diprediksikan Tavip mampu menurunkan angka kemiskinan hingga dua persen. Hal tersebut mengutip prediksi yang dilakukan BPS yang menyebutkan, penanganan kemiskinan berdasarkan klasifikasi dengan melibatkan instansi yang berkompeten mampu menurunkan kemiskinan hingga dua persen.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
12 menit yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
22 menit yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
1 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
3 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
Kriteria Pejuang Asing...
Kriteria Pejuang Asing yang Boleh Datang bantu Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved