Sekar Bumi serap 80% capex
Jum'at, 28 September 2012 - 13:30 WIB
Sekar Bumi serap 80% capex
A
A
A
Sindonews.com - PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) mengungkapkan, hingga saat ini telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai 80 persen atau Rp9,6 miliar dari alokasi anggaran belanja modal perseroan tahun ini sebesar Rp12 miliar.
Direktur Keuangan SKBM, Freddy Adam mengatakan, perseroan telah menyerap 80 persen capex untuk kebutuhan investasi mesin dan bangunan.
"Anggaran capex perseroan mencapai Rp12 miliar. Sudah digunakan sebesar 80 persen untuk mesin dan bangunan," kata dia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, (28/9/2012).
Pada sisi operasional, lanjut Freddy, perseroan menujukkan perkembangan yang baik pada kuartal I/2012 bila dibanding perode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya penjualan maupun laba bersih.
"Penjualan meningkat sebesar 33,9 persen, laba kotor sebesar 56,3 persen serta peningkatan laba bersih komprehensif sebesar 436,25 persen pada periode Maret 2012 dibanding perode yang sama tahun sebelumnya," imbuhnya.
Sementara itu, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan dari penjualan produk mencapai Rp700 miliar hingga akhir tahun ini. Adapun, pendapatan yang berhasil diperoleh perseroan hingga paruh pertama tahun ini senilai Rp360 miliar.
Direktur Keuangan SKBM, Freddy Adam mengatakan, perseroan telah menyerap 80 persen capex untuk kebutuhan investasi mesin dan bangunan.
"Anggaran capex perseroan mencapai Rp12 miliar. Sudah digunakan sebesar 80 persen untuk mesin dan bangunan," kata dia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, (28/9/2012).
Pada sisi operasional, lanjut Freddy, perseroan menujukkan perkembangan yang baik pada kuartal I/2012 bila dibanding perode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya penjualan maupun laba bersih.
"Penjualan meningkat sebesar 33,9 persen, laba kotor sebesar 56,3 persen serta peningkatan laba bersih komprehensif sebesar 436,25 persen pada periode Maret 2012 dibanding perode yang sama tahun sebelumnya," imbuhnya.
Sementara itu, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan dari penjualan produk mencapai Rp700 miliar hingga akhir tahun ini. Adapun, pendapatan yang berhasil diperoleh perseroan hingga paruh pertama tahun ini senilai Rp360 miliar.
(rna)
Lihat Juga :