BEI panggil BUMI pekan depan
Jum'at, 28 September 2012 - 17:42 WIB
BEI panggil BUMI pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - Guna menjaga keterbukaan informasi perdagangan di pasar modal, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong PT Bumi Resource Tbk (BUMI) untuk segera mengklarifikasi perkembangan terbarunya kepada publik.
"Bursa minta BUMI untuk melakukan public expose untuk kalarifikasi, yang selama ini menjadi pertanyaan publik," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Untuk pemanggilannya, rencananya BEI akan melakukannya pada pekan depan. "Kita tunggu, rencananya minggu depan," ungkapnya.
Dengan pemanggilan tersebut, diakui Hoesen, diharapkan pihak BUMI dapat menyajikan hasil investigasi terhadap pihaknya, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas.
Dengan demikian, perkembangan informasi tentang BUMI yang tengah kisruh ini tidak semakin memburuk sehingga merembet pada kondisi perdagangan pada umumnya.
"Beberapa hal yang terkait dengan transaksi USD itu sudah jadi konsumsi publik. Isu BUMI akan lakukan audit investigasi. Informasi yang ada di dia harus dipublikasikan. Paling tidak, mengatakan ke publik," imbuhnya.
"Bursa minta BUMI untuk melakukan public expose untuk kalarifikasi, yang selama ini menjadi pertanyaan publik," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Untuk pemanggilannya, rencananya BEI akan melakukannya pada pekan depan. "Kita tunggu, rencananya minggu depan," ungkapnya.
Dengan pemanggilan tersebut, diakui Hoesen, diharapkan pihak BUMI dapat menyajikan hasil investigasi terhadap pihaknya, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas.
Dengan demikian, perkembangan informasi tentang BUMI yang tengah kisruh ini tidak semakin memburuk sehingga merembet pada kondisi perdagangan pada umumnya.
"Beberapa hal yang terkait dengan transaksi USD itu sudah jadi konsumsi publik. Isu BUMI akan lakukan audit investigasi. Informasi yang ada di dia harus dipublikasikan. Paling tidak, mengatakan ke publik," imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :