Prancis naikkan pajak orang kaya
Sabtu, 29 September 2012 - 13:23 WIB
Prancis naikkan pajak orang kaya
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Prancis kemarin menyatakan akan menaikkan pajak kalangan rumah tangga kaya dan sektor usaha, guna menggenjot penerimaan negara pada tahun anggaran 2013.
Aturan baru tersebut diluncurkan untuk mempersempit defisit yang kini masih menjadi ancaman di zona euro. Rencana fiskal terbaru yang disampaikan Presiden Prancis Francois Hollande itu ditargetkan mampu menghasilkan dana sekitar 30 miliar euro (USD39 miliar) serta mendekatkan target defisit ke level 3 persen dari produk deposit bruto. Saat ini, defisit anggaran Prancis masih berada di level 4,5 persen. BBC melaporkan, pemerintah Prancis dalam skema fiskal terbaru tahun depan,wajib pajak yang berpenghasilan di atas 1 juta euro per tahun akan dikenakan pajak sebesar 75 persen dan bisa dikembali diturunkan setelah dua tahun.
”Dengan pendapatan konstan, sembilan dari 10 wajib pajak Prancis tidak akan terpengaruh kenaikan pajak.“Kebijakan baru tersebut memisahkan pekerja kelas menengah dan atas,”ujar Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault. Dia menambahkan, ditetapkannya skema pajak terbaru oleh pemerintah menunjukkan bahwa “perang” melawan defisit anggaran telah kembali pada jalur yang benar.
Dia juga menegaskan, skema fiskal seperti di atas akan membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan sebesar 0,8 persen pada tahun depan. Pada pidato politiknya bulan lalu, Hollande menyatakan pihaknya menargetkan penerimaan tambahan sebesar 10 miliar euro dari pajak rumah tangga kaya,dan 10 miliar euro dari perusahaan serta memangkas anggaran 10 miliar euro.
Di Athena, Menteri Keuangan Yunani Yannis Stounaras mengatakan bahwa tiga partai koalisi pendukung pemerintah telah menyepakati paket penghematan sebesar 13,5 miliar euro (USD17,4 miliar). Paket penghematan tersebut terkait dengan peluncuran angsuran dana talangan (bailout) sebesar 31,5 miliar euro untuk Yunani dari pemberi pinjaman internasional atau troika, yakni Uni Eropa, Dana Moneter Internasional, dan Bank Sentral Eropa.
“Kami telah menyetujui poin-poin utama, serta kesepakatan paket penghematan sangat diperlukan oleh Yunani saat ini,” ujar Stounaras, dilansir AFP kemarin. Sementara itu, pemimpin pemerintah junior Partai Demokrat Fotis Kouvelis mengungkapkan, pihaknya menyetujui poin-poin utama, tetapi masih terdapat isu yang tertunda.
Mitra Partai Sosialis Evangelos Venizelos mengutarakan, Yunani harus mengamankan penundaan untuk pelaksanaan program penyesuaian fiskal, sebelum paket penghematan disampaikan kepada parlemen untuk pemungutan suara.“Hal tersebut sangat penting bagi kebijakan yang akan dilakukan sampai 2016 ,” imbuhnya. Menurut Venizelos,Yunani harus memulai sebuah negosiasi politik yang lebih intens pada tingkat yang lebih tinggi. (mai)
Aturan baru tersebut diluncurkan untuk mempersempit defisit yang kini masih menjadi ancaman di zona euro. Rencana fiskal terbaru yang disampaikan Presiden Prancis Francois Hollande itu ditargetkan mampu menghasilkan dana sekitar 30 miliar euro (USD39 miliar) serta mendekatkan target defisit ke level 3 persen dari produk deposit bruto. Saat ini, defisit anggaran Prancis masih berada di level 4,5 persen. BBC melaporkan, pemerintah Prancis dalam skema fiskal terbaru tahun depan,wajib pajak yang berpenghasilan di atas 1 juta euro per tahun akan dikenakan pajak sebesar 75 persen dan bisa dikembali diturunkan setelah dua tahun.
”Dengan pendapatan konstan, sembilan dari 10 wajib pajak Prancis tidak akan terpengaruh kenaikan pajak.“Kebijakan baru tersebut memisahkan pekerja kelas menengah dan atas,”ujar Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault. Dia menambahkan, ditetapkannya skema pajak terbaru oleh pemerintah menunjukkan bahwa “perang” melawan defisit anggaran telah kembali pada jalur yang benar.
Dia juga menegaskan, skema fiskal seperti di atas akan membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan sebesar 0,8 persen pada tahun depan. Pada pidato politiknya bulan lalu, Hollande menyatakan pihaknya menargetkan penerimaan tambahan sebesar 10 miliar euro dari pajak rumah tangga kaya,dan 10 miliar euro dari perusahaan serta memangkas anggaran 10 miliar euro.
Di Athena, Menteri Keuangan Yunani Yannis Stounaras mengatakan bahwa tiga partai koalisi pendukung pemerintah telah menyepakati paket penghematan sebesar 13,5 miliar euro (USD17,4 miliar). Paket penghematan tersebut terkait dengan peluncuran angsuran dana talangan (bailout) sebesar 31,5 miliar euro untuk Yunani dari pemberi pinjaman internasional atau troika, yakni Uni Eropa, Dana Moneter Internasional, dan Bank Sentral Eropa.
“Kami telah menyetujui poin-poin utama, serta kesepakatan paket penghematan sangat diperlukan oleh Yunani saat ini,” ujar Stounaras, dilansir AFP kemarin. Sementara itu, pemimpin pemerintah junior Partai Demokrat Fotis Kouvelis mengungkapkan, pihaknya menyetujui poin-poin utama, tetapi masih terdapat isu yang tertunda.
Mitra Partai Sosialis Evangelos Venizelos mengutarakan, Yunani harus mengamankan penundaan untuk pelaksanaan program penyesuaian fiskal, sebelum paket penghematan disampaikan kepada parlemen untuk pemungutan suara.“Hal tersebut sangat penting bagi kebijakan yang akan dilakukan sampai 2016 ,” imbuhnya. Menurut Venizelos,Yunani harus memulai sebuah negosiasi politik yang lebih intens pada tingkat yang lebih tinggi. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :