PT Jamsostek: klaim kecelakaan lalu lintas mendominasi

Minggu, 30 September 2012 - 10:49 WIB
PT Jamsostek: klaim...
PT Jamsostek: klaim kecelakaan lalu lintas mendominasi
A A A
Sindonews.com - Masih tingginya angka kecelakaan di jalan raya rupanya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. PT Jamsostek (Persero) mencatat klaim kecelakaan lalu lintas mendominasi dibanding kecelakaan kerja lainnya.

Kepala PT Jamsostek (Persero) Cabang Tanjung Priok, Muhammad Akip mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas masih mendominasi daftar panjang kecelakaan kerja yang diklaim ke Jamsostek setiap tahunnya. Dimana sekitar 60 persen dari total klaim yang diajukan merupakan kecelakaan yang terjadi di luar lingkungan kerja atau kecelakaan lalu lintas.

"Dari seluruh klaim kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas angkanya yang paling tinggi, bisa mencapai 60 persen," ujarnya kepada Sindonews saat ditemui di sela-sela Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (PK3) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mengingat tingginya jumlah klaim kecelakaan lalu lintas tersebut, menurut Akip, perlu disosialisasikan secara serius kedepannya kepada seluruh pekerja, yang tercatat sebagai peserta Jamsostek. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas selalu terjadi di luar lingkungan kerja dan umumnya terjadi cukup jauh dari lokasi tempat bekerja.

"Nah, kalau begitu (kecelakaan lalu lintas) di luar kontrol perusahaan. Kalau yang kejadian di luar kantor berarti kan yang bersangkutan (pekerja itu sendiri), jadi itu yang kedepannya harus disosialisasikan," imbuhnya.

Kendati terjadi di luar lingkungan kerja, Akip menyatakan, Jamsostek tetap akan memberikan pelayanan bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan di jalan raya. Hal ini mengingat tugas dan fungsi perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah sebagai pelindung tenaga kerja.

Komitmen perlindungan tenaga kerja tersebut terlihat dari besarnya jumlah klaim kecelakaan kerja yang dibayarkan ke peserta dan terus meningkat setiap tahunnya.

"Tahun 2011, ada 1.169 kasus dan jaminan yang dibayarkan Rp6,9 miliar. Tahun 2012, kasusnya lebih sedikit tapi jaminan yang dibayarkan lebih besar. Sampai Agustus 2012 ada 659 kasus dan jaminan yang dibayarkan Rp7,6 miliar," tutur Akip.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pos Indonesia Salurkan...
Pos Indonesia Salurkan Bantuan Uang Sembako Pensiunan PT Pelindo (Persero)
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Kenali 11 Jurusan Kuliah...
Kenali 11 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar BUMN PT Persero
PT PP (Persero) Tbk...
PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
20 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
41 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved